SELAMATKAN KAWASAN WISATA WADUK BOJONGSARI DARI KONDISI MANGKRAK

Selamatkan Kawasan Wisata Waduk Bojongsari dari Kondisi Mangkrak

Oleh: Wari Wicatman (Dewan Redaksi Jayanews.com)

Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu sesungguhnya memiliki modal wisata yang tidak dimiliki kelurahan lain. Kita punya Waduk Bojongsari, Taman Air Mancur, Taman Edukasi Puspa Wangi, dan Rumah Pintar Mutiara Bangsa.

Khusus Waduk Bojongsari, sejarahnya besar. Dibangun untuk arena dayung Porda IX Jawa Barat tahun 2003, waduk ini sekaligus menjadi sumber air baku bagi Perumdam Tirta Darma Ayu.

Namun, harus jujur diakui, hari ini kawasan wisata Bojongsari dalam kondisi mangkrak.

Fasilitas terlihat kurang terawat, aktivitas wisata sepi, dan pelaku UMKM di lokasi sepi pembeli. Beberapa waktu lalu kawasan ini bahkan dikeluhkan warga karena tertutup eceng gondok yang merusak pemandangan. Meski pada Agustus 2026 Pemkab Indramayu telah melakukan pembersihan, tanpa pengelolaan berkelanjutan, kekhawatiran kawasan ini akan kembali terbengkalai tetap ada.

Padahal, Bupati Indramayu sendiri sudah turun langsung meninjau aktivitas usaha di komplek Waduk Bojongsari dan menegaskan mendukung investasi wisata sesuai regulasi. Ini sinyal positif bahwa pemerintah daerah punya perhatian.

Harapan Warga Sederhana

Kami masyarakat sekitar waduk tidak menuntut pembangunan baru yang megah. Harapan kami sederhana: lakukan perbaikan atau rehab dan hidupkan kembali kawasan wisata Bojongsari, baik dikelola langsung oleh dinas terkait maupun dibuka untuk investor yang serius.

Jika dikelola dengan baik, dampak ekonominya akan langsung dirasakan warga:

Pertama, pemberdayaan UMKM. Bojongsari dikenal dengan industri rumahan kue basah, kue kering, warung nasi, warung kopi, jajanan kuliner, dan kerajinan emas sepuh di Jalan Perjuangan. Jika waduk ramai, 15-20 UMKM di Blok Ketapang, Bojong, dan Bungkul bisa mendapat lapak resmi untuk berjualan.

Kedua, penciptaan lapangan kerja. Pemuda sekitar waduk bisa diberdayakan sebagai pengelola parkir, penjaga kebersihan, pengawas wisata air, dan pelaku ekonomi kreatif.

Ketiga, perputaran uang desa. Pajak dan retribusi yang selama ini dibayarkan warga akan kembali dalam bentuk infrastruktur jalan lingkungan yang dicor, penerangan, dan penataan lingkungan sekitar waduk yang layak.

Kami yakin, jika ada sinergi antara Dinas Pariwisata, Pemerintah Kelurahan Bojongsari, dan investor yang dikawal regulasi, dalam waktu singkat Waduk Bojongsari bisa menjadi destinasi wisata unggulan Indramayu kota, bukan sekadar waduk penampung air dan tempat nongkrong saja.

Jangan biarkan aset ini mangkrak terlalu lama. Warga siap mendukung, menjaga, dan ikut mengelola. Hidupkan kembali wisata Bojongsari, maka ekonomi warga sekitar waduk pun akan ikut hidup.**


_Indramayu, 17 September 2026_
—–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!