SEMARANG-JAYANEWS.COM – Mahasiswa UNNES melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan menggelar pelatihan pembuatan pupuk kompos bagi Kelompok Berkah Tani Nusantara di Dusun Nglepit, Desa Sarimulyo, Semarang, Sabtu 1 Agustus 2026.
Pelatihan memanfaatkan mesin APPO ( Alat Pengolah Pupuk Organik ) untuk mengolah kotoran ternak yang selama ini menumpuk dan belum dimanfaatkan.
“Selama ini warga masih bergantung pada pupuk kimia yang harganya mahal. Sementara limbah kotoran hewan justru berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola. Proses kompos konvensional juga dinilai lama dan merepotkan,” ungkap Yusuf, mahasiswa UNNES kepada Jayanews com, Rabu 26 Agustus 2026.
Ia melanjutkan, dalam pelatihan ini, Sarkawi, selaku nara sumber menjelaskan tahapan pembuatan kompos: pencacahan kotoran, pencampuran mikroba pengurai dan NPK 16-16-16, lalu diproses dengan mesin APPO. Kombinasi tersebut mempercepat fermentasi dan membuat pupuk lebih kaya unsur hara. Mesin APPO juga menjaga konsistensi pengadukan agar hasil merata.
Ketua Kelompok Berkah Tani Nusantara, Didik, menyambut baik. “Kotoran ternak dari unit peternakan bisa jadi pupuk untuk unit tani. Jadi saling menguntungkan,” ujarnya.
Jamin, seorang peserta pelatihan mengaku kini lebih percaya diri membuat kompos sendiri. Mahasiswa UNNES berharap pelatihan ini menekan biaya produksi, mendukung ketahanan pangan, dan menciptakan lingkungan lebih bersih di Desa Sarimulyo.**
Nur Fateah
——-
![]()
