SUARA KEBANGSAAN MENGGEMA, PKBM AL-ZAYTUN PERSEMBAHKAN HARMONI UNTUK INDONESIA


Suara Kebangsaan Menggema, PKBM Al-Zaytun Persembahkan Harmoni untuk Indonesia

Penulis: Wawan Hernawan, S.Pd.
(Tutor PKBM Al-Zaytun)

Indramayu, 19 Agustus 2026

Dari basement Gedung Ali bin Abi Thalib, harmoni kebangsaan mulai menggema. Suara para tutor dan warga belajar PKBM Al-Zaytun berpadu dalam satu irama, menghadirkan suasana penuh semangat, kekompakan, dan cinta Tanah Air. Mengenakan seragam hitam yang dipadukan dengan dasi dan peci, mereka berdiri penuh percaya diri untuk menampilkan kemampuan terbaik dalam Lomba Paduan Suara rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Keikutsertaan tutor dan warga belajar PKBM Al-Zaytun menjadi salah satu warna menarik dalam perlombaan tersebut. Mereka tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi juga menunjukkan bahwa pendidikan nonformal mempunyai semangat, kreativitas, dan kepedulian yang kuat dalam menyemarakkan peringatan hari kemerdekaan bangsa.

Lomba paduan suara tersebut diikuti oleh tujuh tim yang berasal dari berbagai unsur di lingkungan Al-Zaytun, meliputi santri, guru, mahasiswa, wali santri, karyawan, serta tutor dan warga belajar PKBM. Keragaman peserta menjadikan perlombaan semakin semarak sekaligus menegaskan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan perayaan bersama seluruh keluarga besar Al-Zaytun.

Lagu yang dibawakan dalam perlombaan tersebut adalah Hymne Politeknik Tanah AIR, karya Syaykh Al-Zaytun. Pemilihan lagu ini memiliki makna tersendiri. Melalui lantunan paduan suara, hymne tersebut diperkenalkan secara lebih luas sekaligus dihayati sebagai ungkapan semangat membangun pendidikan, mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, serta mempersiapkan generasi yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara.

Sebelum melangkah ke babak final, seluruh peserta harus mengikuti tahap audisi yang diselenggarakan di basement Gedung Ali bin Abi Thalib. Setiap tim berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya, mulai dari ketepatan nada, kekompakan suara, penghayatan lagu, hingga penampilan di atas panggung. Tim-tim yang lolos seleksi selanjutnya akan tampil dalam babak final yang direncanakan berlangsung di Jeteso Gedung Ali bin Abi Thalib.

Di tengah persaingan, suasana kekeluargaan tetap terasa kuat. Para peserta saling memberikan dukungan dan menyaksikan penampilan satu sama lain dengan penuh antusias. Perlombaan ini tidak hanya menjadi arena untuk menentukan tim terbaik, tetapi juga ruang perjumpaan yang mempererat silaturahmi antarunsur di lingkungan Al-Zaytun.

Bagi tutor dan warga belajar PKBM Al-Zaytun, keikutsertaan dalam perlombaan tersebut menjadi pengalaman yang berharga. Mereka belajar membangun disiplin, keberanian, kerja sama, serta rasa percaya diri. Setiap nada yang dilantunkan lahir dari proses latihan dan tekad untuk memberikan persembahan terbaik bagi Indonesia.

Peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia akhirnya tidak hanya dirayakan melalui upacara dan kemeriahan perlombaan. Kemerdekaan juga menjelma menjadi harmoni yang menyatukan beragam latar belakang dalam satu panggung kebersamaan. Melalui Hymne Politeknik Tanah AIR, tutor dan warga belajar PKBM Al-Zaytun menyampaikan pesan bahwa kemerdekaan harus terus diisi dengan pendidikan, kerja keras, karya nyata, dan pengabdian kepada bangsa.**

——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!