Finger Painting sebagai Stimulasi Motorik Halus, Tim STIKes Pemkab Jombang Gali Kreativitas 35 Balita di Jombang
JOMBANG, Jaya News.Com – Tim Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pemkab Jombang menggelar kegiatan “Finger Painting sebagai Stimulasi Perkembangan Motorik Halus” di PAUD Dusun Randulawang Santren, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Senin (03/08/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 35 balita dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus, kreativitas, serta partisipasi anak dalam belajar melalui metode bermain sambil belajar.
Ketua Tim Pengabdi, Mamik Ratnawati, S.Kep, Ns, M.Kes, menjelaskan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya stimulasi motorik halus sejak usia dini.
“Motorik halus menjadi dasar anak untuk aktivitas sehari-hari seperti memegang pensil, menulis, menggunting, hingga mengancingkan baju. Namun masih terbatasnya variasi stimulasi di PAUD membuat anak belum mendapat pengalaman belajar yang optimal,” ujarnya.
Proses Kegiatan: Edukasi, Praktik, dan Evaluasi
Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak PAUD, penyusunan media finger painting, dan penyuluhan singkat kepada guru dan orang tua mengenai pentingnya stimulasi motorik halus.
Tahap inti berupa demonstrasi dan praktik langsung. Anak-anak diajak mengeksplorasi warna dengan jari tangan untuk membuat berbagai bentuk di atas kertas. Kegiatan berlangsung riuh dan penuh tawa, anak terlihat antusias mencampur warna dan menuangkan imajinasinya.
Kegiatan ditutup dengan observasi partisipasi anak, diskusi bersama guru dan orang tua, serta rekomendasi agar finger painting bisa dilakukan rutin di rumah dan sekolah.
Tim pengabdi lainnya adalah Dr. Ririn Probowati, S.Kp, M.Kes dan Monika Sawitri Prihatini, S.Kep, Ns, M.Kep. Kegiatan ini dibiayai oleh dana institusi STIKes Pemkab Jombang bekerja sama dengan PAUD Desa Bandung.
Hasil dan Rencana Tindak Lanjut
Hasil yang diperoleh berupa peningkatan antusiasme anak dalam kegiatan belajar, latihan koordinasi mata-tangan, kekuatan otot jari, serta munculnya kreativitas dan rasa percaya diri anak.
Ke depan, tim merencanakan tindak lanjut berupa:
1. Pelaksanaan finger painting secara rutin di PAUD/TK
2. Pelatihan guru dan orang tua membuat media finger painting yang aman dan murah
3. Pemantauan perkembangan motorik halus anak secara berkala
4. Pengembangan variasi stimulasi lain seperti kolase, meronce, menggunting, dan bermain plastisin
“Melalui kegiatan ini kami berharap anak dan orang tua/pendamping memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” harap Mamik.
Kegiatan stimulasi seperti finger painting juga diharapkan bisa menjadi bagian dari program promosi kesehatan anak di PAUD, TK, maupun Posyandu.**
Nur Fateah
——
![]()
