Mahasiswa KKN GIAT 16 UNNES Dorong Digitalisasi UMKM Desa Gringsing Lewat Sosialisasi dan Pembuatan QRIS


Mahasiswa KKN GIAT 16 UNNES Dorong Digitalisasi UMKM Desa Gringsing Lewat Sosialisasi dan Pembuatan QRIS

Gringsing – jayanews.com – Upaya mendorong pelaku UMKM naik kelas ke era digital terus digencarkan. Pada hari Sabtu, 25 Juli 2026, mahasiswa KKN GIAT 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program kerja “Sosialisasi Digitalisasi UMKM di Desa Gringsing melalui Pembuatan QRIS”.

Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Gringsing dan diikuti oleh beberapa pelaku UMKM dari berbagai sektor, mulai dari warung kelontong, kuliner, kerajinan, hingga jasa. Tujuan utamanya adalah mengenalkan manfaat transaksi non-tunai dan membantu UMKM Desa Gringsing memiliki kode QRIS agar lebih mudah melayani pembeli.

Mulai dari Edukasi hingga Praktik Langsung

Acara dibuka dengan sosialisasi mengenai pentingnya digitalisasi dalam berwirausaha. Mahasiswa KKN GIAT 16 menjelaskan bahwa QRIS atau _Quick Response Code Indonesian Standard_ adalah sistem pembayaran digital yang memudahkan pembeli membayar cukup dengan scan kode, tanpa perlu menyediakan uang kembalian.

“Kami melihat potensi besar UMKM di Gringsing. Dengan QRIS, transaksi jadi lebih praktis, pencatatan lebih rapi, dan pembeli yang tidak bawa uang tunai tetap bisa belanja,” ujar Koordinator Bidang Ekonomi KKN GIAT 16 UNNES.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan QRIS secara langsung. Mahasiswa membantu para pelaku UMKM mendaftar melalui aplikasi penyedia layanan pembayaran digital yang sudah bekerja sama dengan Bank Indonesia.

Respon Positif dari Pelaku UMKM

Program kerja ini berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari warga. Hingga akhir kegiatan, sudah ada beberapa UMKM yang menyatakan berminat dan berhasil membuat kode QRIS.

Munasiroh pemilik warung sembako di Gringsing, mengaku terbantu dengan adanya pendampingan ini. “Selama ini kalau pembeli tidak ada uang pas suka bingung. Sekarang dengan QRIS, pembeli tinggal scan. Alhamdulillah sudah jadi dan siap dipakai,” ungkapnya.

Kepala Desa Gringsing yang turut hadir mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNNES. Ia berharap program ini bisa menjadi awal dari gerakan digitalisasi UMKM yang lebih luas di desanya.

“Ini langkah bagus. Ke depan kami ingin semua UMKM di Gringsing melek digital, supaya bisa bersaing dan jangkauan pasarnya lebih luas,” katanya.

*Dampak Jangka Panjang*
Melalui program ini, mahasiswa KKN GIAT 16 UNNES tidak hanya memberikan bantuan teknis, tetapi juga membangun kesadaran bahwa adaptasi teknologi adalah kunci UMKM untuk bertahan dan berkembang.

Dengan adanya QRIS, diharapkan perputaran ekonomi di Desa Gringsing bisa semakin lancar, transaksi lebih transparan, dan pelaku usaha bisa mengikuti tren pembayaran digital yang kini menjadi kebutuhan masyarakat.

Nur Fateah, sebagai DPL KKN GIAT 16 Desa Gringsing, turut mensuport dengan mendiskusikan kegiatan baik yang sudah terlaksana maupun yang belum, bersama mahasiswa KKN.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan contoh poster QRIS dan edukasi cara mempromosikannya di media sosial agar UMKM semakin dikenal luas.**

NFM
——

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!