PKBM Al Zaytun: Dari Senam Pagi hingga Gerakan Menuntaskan Pendidikan Warga


PKBM Al Zaytun: Dari Senam Pagi hingga Gerakan Menuntaskan Pendidikan Warga

Penulis : Sri Wahyuni, S.Pd. (Tutor PKBM Al Zaytun)

INDRAMAYU-JAYANEWS.COM – Mentari Ahad pagi, 14 Juni 2026, menyapa hangat kawasan Janggot, Gantar, Indramayu. Di bawah langit yang cerah, puluhan perempuan berseragam merah muda tampak berduyun-duyun menuju Tirta Gaza. Wajah-wajah mereka memancarkan semangat. Mereka datang bukan sekadar untuk berkumpul, melainkan untuk merajut kebersamaan, memperkuat kepedulian, dan meneguhkan ikhtiar membangun kualitas hidup melalui pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keluarga.

Sejak pukul 07.15 WIB, kegiatan dimulai dengan senam bersama yang dipandu oleh Bu Esih serta dua alumni PKBM Al Zaytun, Pujiyati dan Suratmi. Gelak tawa dan semangat para peserta mengiringi setiap gerakan, menciptakan suasana yang hangat dan penuh energi positif.

Usai senam, kawasan Tirta Gaza berubah menjadi ruang pemberdayaan ekonomi. Bazar sederhana yang digelar menghadirkan beragam produk hasil karya dan usaha warga belajar maupun alumni PKBM Al Zaytun. Sofie, alumni termuda yang baru menyelesaikan pendidikannya beberapa bulan lalu, tampak sibuk menata dagangan sate lontong miliknya. Di sudut lain, Pujiyati menawarkan aneka produk usaha rumahan, sementara para warga belajar lainnya menghadirkan beragam sayur mayur dan hasil pertanian segar. Sri Wahyuni, tutor PKBM Al Zaytun, turut meramaikan bazar dengan membawa hasil tani yang menjadi daya tarik tersendiri.

Kegiatan tidak berhenti pada aspek ekonomi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, panitia juga menggelar layanan pemeriksaan kesehatan khusus bagi warga Blok Tanjung Jaya, Janggot. Berbagai pemeriksaan dilakukan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, kadar oksigen dalam darah, suhu tubuh hingga berat badan. Dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan layanan di luar paguyuban, kegiatan ini menjadi wujud nyata perhatian terhadap kesehatan masyarakat.

Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dipantau langsung oleh tenaga kesehatan, Bu Siti Juwariyah bersama tim, yang juga melibatkan alumni PKBM Al Zaytun. Langkah ini sejalan dengan arahan pimpinan agar kesehatan masyarakat menjadi perhatian bersama dan tidak diabaikan.

Menjelang siang, sekitar 35 warga belajar, alumni, dan tutor PKBM Al Zaytun yang tergabung dalam Paguyuban Istri Peduli (PIP) mengikuti agenda laporan dan evaluasi bulanan. Hadir dalam kegiatan tersebut Sri Wahyuni selaku Ketua PIP sekaligus tutor PKBM Al Zaytun, Ibu Dewi Nusantari selaku istri Direktur PKBM, serta Umi Umutiah yang selama ini aktif mendampingi berbagai program pemberdayaan perempuan.

Dalam sesi laporan, para penanggung jawab blok menyampaikan berbagai perkembangan di wilayah masing-masing. Mulai dari laporan donasi, pemasukan dan pengeluaran keuangan, warga yang sakit dan telah dikunjungi, berbagai kendala lapangan, hingga perkembangan pendataan warga yang belum menyelesaikan pendidikan setingkat SMA.

Salah satu perhatian utama dalam evaluasi tersebut adalah perkembangan keikutsertaan anggota dalam program Kodeko. Pembina Paguyuban sekaligus representatif Kodeko untuk istri karyawan, Ibu Dewi Asih, menyampaikan bahwa dari sekitar 440 istri civitas yang telah terdaftar, baru sekitar 150 orang yang aktif melakukan setoran rutin setiap bulan.

Menurutnya, kedisiplinan dalam memenuhi kewajiban bukan ditentukan oleh tingkat kemampuan ekonomi semata, melainkan oleh kesadaran dan rasa tanggung jawab. Ia kemudian mencontohkan sosok Nurul Rohmah, warga belajar kelas B1 yang memiliki banyak aktivitas, mulai dari menjadi ketua kelas, pengurus Kodeko di bloknya, hingga mengelola usaha toko dan jahit. Meski kesibukannya membuat usaha sering tutup, ketika dibuka kembali pembeli selalu berdatangan.

“Ini keberkahan dari tanggung jawab yang dijaga,” ungkapnya.

Contoh lain adalah Siti Hajar, warga belajar kelas B3 yang tidak pernah absen melakukan setoran bulanan. Meski hidup sederhana, ia tetap berkomitmen menjalankan kewajibannya. Kisah-kisah tersebut menjadi motivasi bagi peserta yang hadir.

Namun, kabar paling menggembirakan datang dari bidang pendidikan. Sri Wahyuni menyampaikan bahwa upaya sosialisasi pendidikan yang dilakukan selama empat tahun terakhir membuahkan hasil yang sangat membanggakan.

Berdasarkan laporan yang disampaikan sekretaris paguyuban, Tumini, jumlah warga yang belum menuntaskan pendidikan sebelumnya tercatat sekitar 250 orang. Kini jumlah tersebut menyusut drastis menjadi hanya 24 orang.

“Sekarang jika dilihat dari data tinggal 24 orang. Artinya ibu-ibu berhasil dalam sosialisasi pendidikan. Terima kasih semuanya,” ujar Sri Wahyuni.

Ucapan tersebut langsung disambut seruan “Alhamdulillah” dan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir.

Lebih membanggakan lagi, dari 17 blok yang berada di wilayah Gantar, terdapat empat blok yang telah mencapai status tuntas pendidikan. Seluruh warga yang sebelumnya belum menyelesaikan sekolah telah terdaftar dalam program PKBM. Keempat blok tersebut adalah Nambo, Punduhan, Babakan Plaza, dan Cibanoang.

Capaian itu tidak membuat semangat mereka surut. Justru menjadi pemicu lahirnya langkah-langkah baru. Setelah ini, PIP bersama PKBM Al Zaytun akan mengagendakan kunjungan ke berbagai blok untuk memperkuat sosialisasi pendidikan. Tidak hanya menyasar warga yang belum sekolah, tetapi juga menggerakkan warga belajar dan alumni agar menjadi duta pendidikan di lingkungan masing-masing. Brosur PKBM akan dibagikan, testimoni alumni akan diperkuat, dan para tutor siap mendampingi proses sosialisasi tersebut.

Menjelang pukul 12.30 WIB, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan hamdalah. Namun semangat pengabdian belum berhenti. Tim inti dan tim pendidikan masih melanjutkan rapat khusus membahas strategi kunjungan blok yang akan dimulai pekan berikutnya, sekaligus merancang agenda Bazar Kolaborasi PIP dan PKBM Al Zaytun yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Juli mendatang dengan menampilkan pertunjukan musik angklung.

Hari itu, Tirta Gaza bukan sekadar lokasi pertemuan. Ia menjadi saksi bagaimana perempuan-perempuan tangguh bergerak bersama membangun kesehatan, menguatkan ekonomi, menumbuhkan kepedulian sosial, dan yang paling penting, menyalakan harapan melalui pendidikan.

Di balik senam pagi, bazar sederhana, dan rapat evaluasi yang berlangsung hangat, tersimpan sebuah pesan besar: bahwa perubahan masyarakat dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama dan penuh ketulusan.

Dan PKBM Al Zaytun telah membuktikan bahwa pendidikan tidak hanya mengubah seseorang, tetapi juga mampu menggerakkan sebuah komunitas menuju masa depan yang lebih baik.**

AA/Red
——

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!