Empat Saudara Hidup Dalam Kondisi Memprihatinkan di Bangunan Tak Layak Huni


Empat Saudara Hidup Dalam Kondisi Memprihatinkan di Bangunan Tak Layak Huni

Indramayu , Jaya News.Com- Di tengah geliat pembangunan yang terus berjalan di Kabupaten Indramayu, masih ada warga yang harus bertahan hidup dalam kondisi memprihatinkan. Di sebuah rumah sederhana di Desa Jangga Blok Karang Anyar RT 09 RW 003, Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu, empat bersaudara hidup di bangunan yang jauh dari kata layak huni.

Rumah yang mereka tempati tampak rapuh dan sebagian atapnya sudah rusak parah. Saat hujan turun, air masuk dari berbagai sisi hingga membuat penghuni rumah harus berpindah-pindah mencari sudut yang tidak bocor.

Sementara saat siang hari, panas matahari langsung terasa menyengat ke dalam rumah karena kondisi atap yang sudah tidak mampu lagi melindungi penghuninya.

Di rumah itu tinggal yakni Komariyah, Dewi, Susanti, Leo, dan Rudi. Untuk bertahan hidup, mereka bekerja sebagai pengamen keliling dari desa ke desa dengan penghasilan yang tidak menentu setiap harinya.

Susanti (31), salah satu penghuni rumah, mengaku sudah lama hidup dalam kondisi serba kekurangan. Ia berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait agar rumah yang mereka tempati bisa diperbaiki dan layak untuk dihuni.

“Kami cuma ingin rumah ini layak ditempati. Kalau hujan tidak kehujanan, kalau panas tidak kepanasan,” ujar Susanti dengan mata berkaca-kaca, Kamis 20 Mei 2026

Menurutnya, kondisi rumah yang rusak membuat mereka tidak pernah merasa nyaman saat berada di dalam rumah sendiri. Ketika hujan deras turun pada malam hari, mereka harus sibuk memindahkan barang-barang dan mencari tempat yang tidak bocor agar bisa beristirahat.

“Kalau hujan sampai geser-geser cari tempat yang enggak bocor. Kadang enggak bisa tidur karena air masuk dari atas,” tuturnya lirih.

Susanti menceritakan, kondisi rumah tersebut sebenarnya sudah lama rusak, bahkan sejak ibunya masih hidup dan dalam keadaan sakit. Saat itu sempat ada bantuan dari pemerintah desa, namun kondisi rumah kini semakin parah seiring berjalannya waktu.

“Dulu pernah dibantu sama Pak Kuwu Jangga, tapi sekarang makin rusak lagi. Dari zaman ibu masih sakit juga kondisinya begini,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Susanti dan saudaranya hanya mengandalkan penghasilan dari mengamen. Pendapatan yang mereka dapatkan pun sangat kecil dan tidak menentu.

“Kadang sehari dapat Rp100 ribu, itu juga dibagi dua sama teman. Kalau lagi ramai paling Rp150 ribu,” ujarnya.

Dengan penghasilan tersebut, mereka mengaku kesulitan untuk memperbaiki rumah yang kini nyaris roboh. Sebagian besar penghasilan habis untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Sementara itu, Komariyah, kakak Susanti, membenarkan bahwa kondisi rumah mereka memang sudah lama memprihatinkan. Meski begitu, adik-adiknya tetap bertahan tinggal di rumah tersebut karena tidak memiliki tempat lain untuk dihuni.

“Rumah ini sudah rusak lama sejak tahun 2023, tapi mau bagaimana lagi. Mereka mau tinggal di mana kalau bukan di sini,” ujar Komariyah.

Ia berharap ada perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Indramayu maupun pihak terkait agar rumah tersebut bisa mendapatkan bantuan perbaikan. Menurutnya, rumah yang layak merupakan kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan keluarganya saat ini.

Kondisi rumah lima bersaudara itu kini menjadi perhatian warga sekitar. Banyak yang merasa iba melihat perjuangan mereka bertahan hidup di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang tidak manusiawi.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan rumah layak huni agar keluarga tersebut bisa hidup lebih aman dan nyaman.

Terlebih, kondisi bangunan yang rapuh dikhawatirkan membahayakan keselamatan penghuni, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda.

Di balik kesederhanaan dan keterbatasan hidupnya, Susanti dan saudara-saudaranya hanya memiliki satu harapan sederhana: memiliki rumah yang tidak bocor saat hujan dan cukup nyaman untuk berteduh bersama keluarga.**

(Wari)
——–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!