BAHASA MELAYU ADALAH CABANG DARI BAHASA BANJAR YANG DIBAWA BERSAMAAN MENYEBARNYA BANGSA AUSTRONESIA DARI PULAU KALIMANTAN KE PULAU SUMATERA
Oleh : Hamly Hadi
Pemerhati Sejarah
Selama ini orang orang mengira bahasa Banjar yang 70% punya kesamaan kosakata dengan bahasa Melayu karena bahasa Banjar dipengaruhi oleh bahasa Melayu padahal itu tidak benar , karena bahasa Banjar jauh lebih tua daripada bahasa Melayu. Bahasa Banjar sudah digunakan sejak zaman prasejarah oleh suku pedalaman Kalimantan yaitu yg kita kenal sekarang dengan nama suku Dayak Meratus.
Zaman dahulu orang Dayak Meratus hanya tinggal di pedalaman sekitar pegunungan Meratus hidup berladang secara nomaden berpindah pindah, mereka tidak mengenal dunia luar dan tidak pernah bertemu dengan orang Melayu. Sejak zaman prasejarah sebelum ada Kerajaan Sriwijaya dan sebelum ada Kerajaan apapun suku Dayak Meratus sudah menggunakan bahasa yg sekarang dikenal sebagai bahasa Banjar.
Justru sebaliknya, Bahasa Melayu lah yang dipengaruhi oleh bahasa Banjar, karena pulau sumatera adalah pulau terakhir yang didatangi oleh bangsa Austronesia yang migrasi 2500 tahun sebelum Masehi,mereka menyebar dari pulau Kalimantan ke pulau sumatera membawa bahasa Banjar sehingga banyak kesamaan kosakata antara bahasa Melayu dengan bahasa Banjar, bukan cuma banyak kesamaan kosakata dengan bahasa Melayu, bahasa Banjar juga banyak kesamaan kosakata dengan bahasa lain nya seperti bahasa Sunda ,Minang dan Madura .
penelitian baru yang menyebutkan rumpun bahasa yang digunanakan di sebagian wilayah Indonesia itu justru berasal dari pedalaman pulau Kalimantan. Guru Besar Bahasa Indonesia pada PKIF Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Prof.Dr.H.Djantera Kawi, di Banjarmasin, Kamis menyebutkan asal rumpun bahasa Melayu dari Champa itu merupakan hasil penelitian pertama yang dilakukan peneliti bahasa dari Eropah yang kemudian banyak dijadikan literatur di perguruan tinggi. Namun hasil penelitian terbaru dilakukan penelitian asal Amerika dipastikan rumpun Bahasa Melayu berasal dari daratan Borneo atau tepatnya di daerah pedalaman Pulau Kalimantan.
Ini Penjelasannya Dari hasil peneliti itu menunjukan Pulau Kalimantan punya andil dalam tatanan bahasa-bahasa di dunia dan orang-orangnya cukup dinamis, sehingga bahasanya yaitu Bahasa Banjar menyebar pula ke berbagai belahan benua. Mengenai Bahasa Daerah Banjar, Kalsel, dia mengatakan, hal tersebut bila ditinjau dari segi dialek, terbagi tiga yaitu Bahasa Banjar Kuala, Banjar Hulu dan Pedalaman yaitu komunitas masyarakat adat terasing atau Suku Dayak Meratus.**
Banjarmasin, 9 Februari 2026
——-
![]()
