Bupati Warsubi Lepas Peserta Napak Tilas 1 Abad NU Di Alun-Alun Jombang

Bupati Warsubi Lepas Peserta Napak Tilas 1 Abad NU Di Alun-Alun Jombang

JOMBANG-JAYA NEWS.COM – Kegiatan napak tilas 1 Abad NU, dimulai perjalanan historisnya dari Bangkalan, Madura, tepatnya dari makam Syaikhona Kholil Bangkalan. Rute perjalanan dilanjutkan menuju Surabaya, transit di Stasiun Gubeng Surabaya, kemudian menuju Stasiun Jombang, dan berakhir di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Di Tebuireng, dilakukan penyerahan tongkat dan tasbih secara simbolis kepada dzurriyah (keturunan) KH. Hasyim Asy’ari.

Kegiatan napak tilas ini sendiri berhasil menarik minat ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah di Tanah Air, di antaranya Samarinda, Balikpapan, Bontang, Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatera dan Sulawesi.

Napak tilas ini memiliki makna filosofis yang mendalam, menegaskan ikatan spiritual antara Syaikhona Kholil Bangkalan sebagai guru dan KH. Hasyim Asy’ari sebagai murid, yang kelak menjadi pendiri NU. Etape pertama perjalanan dimulai dengan peserta berjalan kaki dari titik pemberangkatan di Bangkalan menuju Pelabuhan Penyeberangan Kamal. Etape kedua dilanjutkan menggunakan moda transportasi kereta api menuju Kabupaten Jombang. Pada etape puncak, ribuan jamaah dari Madura dan Jombang berkumpul di Alun-alun Jombang pukul 18.00 WIB untuk kemudian berjalan kaki bersama sejauh 6 kilometer menuju Pondok Pesantren Tebuireng.

Pelepasan peserta dilakukan secara resmi oleh Bupati Jombang, H. Warsubi, bersama sejumlah pejabat terkait, Minggu 4 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, setelah seluruh peserta berkumpul di Alun-alun Jombang. Sejumlah peserta mengaku terharu dan penuh semangat mengikuti napak tilas tersebut.

“Saya dari Bangkalan ikut napak tilas ini sebagai momentum bersejarah untuk menjaga ruh pendirian NU agar tetap hidup dari generasi ke generasi,” ujar salah seorang peserta. Peserta dari Jombang sendiri diperkirakan mencapai ribuan orang, melibatkan pengurus NU, banom, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum.

Hingga berita ini diturunkan, para peserta terus bergerak dari Bangkalan menuju Jombang Kota Santri, dengan titik kumpul di Alun-alun Jombang sebelum akhirnya bermunajat bersama di kompleks makam Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, Tebuireng.**

Mu
——

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!