Teladani Rasulullah Peduli Terhadap Kaum Lemah, Nasihat Haul Akbar Ke-11 Jam’iyyah Yasin Bani Saman Tempel
INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM – Setiap orang pasti akan meninggalkan dunia ini. Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. tahun 1447 dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun 2025 dapat dilakukan dengan hal yang bernuansa peningkatan kapasitas diri. Haul Akbar ke-11 Jam’iyyah Yasin Bani Saman Tempel pada Sabtu 23 Agustus 2025 di kediaman Rakmin dan Casti Blok Bojong, Desa Tempel, Kec. Lelea, Kab. Indramayu menunjukkan rasa cinta kepada orang tua dan wujud cinta tanah air serta upaya meneladani Rasulullah.
Sejak sore Haul Akbar ke-11 terdapat rangkain ziarah Akbar dan dilanjutkan dengan melakukan pembacaan Maulid Al Barzanji setelah salat Isya sebagai wujud memahami perjalanan hidupnya. Kemudian dilanjutkan bershalawat bersama Majelis Hadroh Al Fatah Manggung.
Pada puncak acara digelar sebuah pengajian umum bersama KH Jamaludin Kahfi dari Bongas Indramayu. Pada isi cermaha beliau menitik beratkan pada hidup harus penuh dengan sikpa kepedulian pada kaum lemah agar kita mampu mengamalkan Keteladanan takwa dari Rasulullah Muhammad Saw. “Jadilah manusia yang patuh pada perintah Allah dengan selalu bersyukur dan meneladani kepedulian Nabi Muhammad Saw. kepada yatim dan kaum yang lemah.”, ujarnya saat menyampaikan ceramah.
Ahmad Khoeri mewakili keluarga besar Bani Saman Tempel memberikan kesan bahwa kekompakan dan kerukunan yang dilakukan tentu membutuhkan komitmen bersama agar dapat terjalin keharmonisan. Persiapan Haul tahun ini menurutnya telah dipersiapkan hampir dua bulan. Pada tahun ini kegiatan bertambah banyak terutama ada kegiatan Panggung Gembira dengan didalamnya literasi dan lomba-lomba. “Setiap tahun Haul harus mengalami peningkatan agar semakin memberikan kebermanfaatan pada rukunnya meduluran atau persaudaraan dan kekeluargaan anak cucu Bani Saman Tempel.” ujarnya saat sambutan.
Rakmin selaku tuan rumah Haul Akbar ke-11 merasa senang dan bahagia acara demi acara dapat berjalan lancar dan memberikan kekuatan persatuan dan kekompakan keluarga. Harapan besar dari kang Rakmin dan para sesepuh bahwa acara ini jangan dijadikan beban dalam melakukannya di tahun berikutnya. Namun jadikan kegiatan semacam ini sebagai upaya bersama dalam mempertemukan anak cucu dan mengenalkan satu sama lain agar berdampak kebaikan di masa depan.
“Ngopeni meduluran ambiran aja pada tukaran”, menjadi tema besar upaya nyata keluarga dalam menyatukan kekuatan agar hidup di dunia dan akhirat bahagia. Kebiasaan baik hariis terus menerus didukung agar ringan sama dijinjing, berat sama dipikul.**
Wari
—
![]()
