Spiritualitas Timur dan Spiritualitas Barat Upaya Menemukan Tuhan Dalam Dirinya Sendiri


Spiritualitas Timur dan Spiritualitas Barat Upaya Menemukan Tuhan Dalam Dirinya Sendiri

Penulis : Jacob Ereste
Wartawan Lepas

Spiritualitas Islam menurut Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) acap disebut tasawuf cukup jelas menekankan pada moralitas (akhlak) dalam.kehidupan sehari-hari. Ia meyakinkan bahwa tasawuf dapat membantu manusia mencapai kesempurnaan spiritual dan akhlak yang baik. Karena itu, sikap ihsan dan ikhlas menjadi sangat penting dalam beribadah dan berinteraksi dengan orang lain. Dan dengan sikap dan sifat yang insan dan ikhlas dapat menggapai kebahagiaan dan kesempurnaan spiritual. Melalui pendidikan dan pembelajaran dapat meningkatkan kesadaran spiritual yang disangka oleh etika, moral dan akhlak mulia manusia sebagai kodrat dan iradat makhluk ciptaan Tuhan.

Kodrat manusia yang memperoleh sifat asali dari manusia ciptaan Tuhan. Dan kodrat itu menurut Buya Hamka adakah fitrah manusia yang baik dan suci yang langsung diberikan okeh Allah SWT kepada manusia saat lahir. Untuk kemudian, bagaimana fitrah itu dapat dipelihara dan dijaga dengan baik untuk dapat berkembang dalam bingkai kebaikan, tidak hanya untuk diri sendiri, rapi juga memberi manfaat bagi orang lain.

Fitrah itu sendiri meliputi kemampuan manusia untuk lebih mengenal Sang Pencipta dengan segenap kasih dan sikap penyayangnya kepada manusia. Begitulah, fitrah manusia sebagai potensi yang bersifat ilahiah dapat mendorong dan melakukan percepatan untuk mendaki puncak spiritual yang acap dilakukan oleh para pelaku spiritual semacam perjalanan yang tiada ujung. Kecuali hanya ada semacam terminal-terminal persinggahan untuk sejenak melepaskan lelah hingga kemudian terus kembali berjalan tanpa keluh dam kesah, sebab semua dilakukan dengan hati yang riang gembira dengan keyakinan pasti bertemu dengan Tuhan.

Jika tak salah ingat, pada tahun 1960-an dahulu ada buku karya Bung Karno judulnya “Mencari Tuhan”. Karena memang tidak bisa ditemukan lagi di perpustakaan pribadi, buku ini dahulu sungguh sangat terkenal dan beredar luas di masyarakat. Sengat penulis buku “Mencari Tuhan” ini membahas tentang pengembaraan spiritual dan keimanan manusia yang patut menjadi rujukan. Ada juga buku yang berjudul sama “Mencari Tuhan” dengan pemaparan pandangan Barat yang ditulis oleh Karel A. Steenbrink yang membahas upaya mencari Tuhan dalam.perspektif Barat. Saripati isi kedua buku ini nyaris sama, pengembangan spiritual dan keimanan. Esensi dari upaya ‘Mencari Tuhan” ini sesungguhnya justru untuk menemukan jatidiri sendiri — dengan memahami dan menyadari keberadaan diri sendiri — di dunia ini.

Sementara perbedaannya dalam penanganan spiritual bangsa Timur berbeda dengan cara pandang bangsa Barat yang justru melakukan pencarian ke luar dari dirinya sendiri Sedangkan bangsa Timur — setidaknya demikian pandangan dan pemahaman Sri Eko Sriyanto Galgendu yang telah ditambahkan oleh para tokoh agama dj Indonesia sebagai Pemimpin Spiritual Nusantara — pengembaraan spiritual bangsa Timur justru masuk ke kedalaman batin yang berada do dalam diri sendiri. Karena itu, spiritualitas bangsa Timur tampak jelas menyelam dalam pada kedalaman batin, jiwa
atau ruh, namun bangsa Barat mencari kedalaman pengalaman spiritual ke ujung bumi yang lebih terkesan material, bukan spiritual.

Boleh jadi perbedaan pemahaman dan kesadaran spiritual bangsa Timur yang berbeda dengan pemahaman dan kesadaran bangsa Barat tentang spiritualitas ini pun bisa saja merupakan bagian dari kodrat dan iradat yang menjadi rahasia dari Tuhan, seperti menciptakan iklim di Timur yang berbeda dengan iklim di Barat. Artinya, sebagai iradat — kehendak atau keputusan Tuhan — sekaligus untuk meyakinkan manusia terhadap kekuasaan Tuhan yang tidak terbatas dalam mengatur jagat raya dan sisinya ini. Karena dalam konteks spiritual bangsa Timur, iradat — sebagai ketetapan dari Tuhan untuk manusia — dapat dipahami sebagai pertanda bahwa manusia sejenius apapun tidak mungkin mampu untuk menyetarakan dirinya dengan Tuhan. Kendati Tuhan itu sendiri ada di dalam diri semua manusia yang ada.


Banten, 4 Januari 2026
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!