SEMENANJUNG HUJUNG MEDINI
Oleh : Hamly Hadi
( Pemerhati Sejarah )
Semenanjung Hujung Medini, yang juga dikenal sebagai Semenanjung Malaya, memiliki sejarah panjang dan kompleks dengan berbagai pengaruh dan peradaban yang berbeda. Pada abad ke-3 Masehi, semenanjung ini dihuni oleh berbagai kelompok etnis, termasuk Funan, yang berpusat di Kerajaan Langkasuka dan Kedah Tua, serta orang-orang keturunan Vietnam dari Sungai Mekong (di Kelantan).
Selain itu, terdapat pula orang Khmer di Kerajaan Gangga Negara dan penduduk asli yang hidup di hutan.
Perkembangan Sejarah:
Abad ke-3 Masehi:
Pada masa ini, semenanjung tersebut dihuni oleh berbagai kelompok etnis seperti Funan, orang-orang dari Vietnam, dan orang Khmer.
Abad ke-13-18 Masehi :
Pada abad ke 13-18 mulai berdatangan berbagai suku dari kepulauan Indonesia menuju semenanjung Hujung Medini dan mengubah sejarah di semenanjung Hujung Medini. Beberapa suku yang datang ke semenanjung dari abad 13-18 adalah sebagai berikut :
Melayu
Minangkabau
Jawa
Bugis
Banjar
Mandailing
Bawean
Aceh
Lainnya: Kerinci, Batak, Lampung
90% Melayu yang ada di Medini adalah kumpulan berbagai suku yang didoktrin untuk menjadi Melayu, sisanya adalah Melayu asli dari Sumatra.
Negarakertagama:
Dalam naskah Negarakertagama, semenanjung ini disebut sebagai Hujung Medini.***
Banjarmasin Kalsel, 31 Desember 2025
——–
![]()
