Puisi :
Etos yang terlelap
Karya : Suwandi
(Tutor PKBM Al Zaytun)
Semangat pagi!
Teriakan sumbang menyapa hari.
Seolah hari ini akan dimiliki.
Sambil menyeruput secangkir kopi.
Menunda kerja, meninabobokan diri.
Saat dunia dipenuhi tuntutan.
Dunia kerja sering kalah oleh alasan.
Banyak yang mengejar pengakuan.
Namun alergi pada pengorbanan.
Waktu terselubung dalam keluhan.
Bahkan Tuhan pun dipersalahkan.
Karena nasib tak kunjung ada perubahan.
Keadilan selewat dalam pandangan.
Tak pernah singgah walau sebentaran.
Produktivitas jatuh perlahan.
Bukan karena kurang peluang atau kesempatan.
Melainkan malas dijadikan kebiasaan.
Belajar dianggap menghabiskan anggaran.
Semua ingin dihargai dan diperhatikan.
Sedikit yang bertanggung jawab dan mengerjakan.
Kerja keras dianggap tekanan.
Disiplin dicap kuno dan menekan.
Bangsa tak runtuh oleh kekurangan.
Melainkan oleh etos yang ditinggalkan.
Jika peluh kembali dimuliakan.
kemajuan tak perlu diteriakkan.
Ia akan datang sebagai kenyataan.
Mari bersama menanam kesadaran.
Membangunkan etos kerja dari kelengahan.
Tak lagi terlelap dalam angan-angan.
Sebab hidup adalah kenyataan.
Indramayu, 17-12-2025
——-
![]()
