Wahyu Lestari : Perempuan Lincah yang Mengabdikan Hidupnya untuk Pendidikan dan Tenis

Wahyu Lestari: Perempuan Lincah yang Mengabdikan Hidupnya untuk Pendidikan dan Tenis


Penulis : Nur Fateah, Dosen FBS Unnes


Dr. Wahyu Lestari, M. Pd., seorang perempuan yang penuh semangat dan dedikasi, telah mengabdikan hidupnya untuk dunia pendidikan dan olahraga tenis. Lahir di Yogyakarta pada 17 Agustus 1960, Wahyu Lestari telah menorehkan banyak prestasi dan kontribusi yang luar biasa dalam bidang pendidikan dan olahraga.

*Pendidikan dan Karir*

Wahyu Lestari menyelesaikan pendidikan S1 di ISI Yogyakarta, jurusan Tari Jawa. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 di PEP (IKIP Yogyakarta) dan S3 di UGM (Filsafat). Dengan latar belakang pendidikan yang kuat, Wahyu Lestari menjadi dosen di Unnes dan mengampu berbagai mata kuliah, termasuk Tari Yogyakarta, Tari Bali, Tari Sunda, Olah Tubuh, Pergelaran Tari, Koreografi, Tata Rias, Evaluasi, dan Metode Penelitian.

*Kontribusi dalam Pendidikan*

Wahyu Lestari memiliki kontribusi yang signifikan dalam pengembangan pendidikan di Unnes. Ia menjadi perintis berdirinya Prodi Seni Tari dan S2 PEP (Penelitian dan Evaluasi Pendidikan). Ia juga pernah menjabat sebagai Kaprodi Seni Tari dan Kaprodi PEP di Pascasarjana Unnes. Selain itu, ia juga menjadi asesor Serdos, asesor AMI, dan fasilitator UKPPG di Sekolah Pasca Sarjana Unnes.

*Prestasi dalam Tenis*

Wahyu Lestari juga memiliki prestasi yang gemilang dalam olahraga tenis. Ia telah meraih banyak medali emas, perak, dan perunggu dalam berbagai kejuaraan tenis, termasuk Kejurnas Tenis Baveti di UNY. Ia juga menjadi bagian dari Tim Tenis Unnes, Tim Tenis Kemenristek Dikti, dan Tim Tonis Unnes.

*Penghargaan dan Pengakuan*

Wahyu Lestari telah menerima banyak penghargaan dan pengakuan atas kontribusinya dalam pendidikan dan olahraga. Ia menerima Piagam Penghargaan Satya Lencana 30 tahun dan Piagam Penghargaan dari Presiden Suharto sebagai salah satu Penari Golek Sulung Dayung dalam upacara pernikahan putra Presiden Suharto.

*Purna Tugas*

Setelah mengabdi di Unnes selama hampir 40 tahun, Wahyu Lestari memutuskan untuk purna tugas pada 1 September 2025. Pada bulan Oktober, pelepasan purna tugas dilaksanakan di Fakultas Bahasa dan Seni Unnes. Meskipun demikian, ia tetap aktif dalam kegiatan olahraga tenis dan masih menjadi sosok yang inspiratif bagi banyak orang.

Tepat di tanggal 28 Oktober sebagai Hari Sumpah Pemuda, semoga kiprah baik dan semangat beliau di bidang pendidikan dan olah raga dapat terus dilanjutkan oleh generasi muda. Dengan panggilan “UTi” (Eyang Putri) yang melegenda di lapangan tenis.

Wahyu Lestari akan selalu dikenang sebagai perempuan lincah yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan dan olahraga.**

Doha, Qatar 28 Oktober 2025


Catatan Redaksi :
Artikel ditulis saat dalam penerbangan dari Jakarta,Indonesia menuju Doha, Qatar.
—-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!