Menteri Sosial Dorong Pendidikan Inklusif di Indramayu Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi


Menteri Sosial Dorong Pendidikan Inklusif di Indramayu Lewat Sekolah Rakyat Terintegrasi

INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Saifullah Yusuf bersama Bupati Indramayu Lucky Hakim . Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Saifullah Yusuf memastikan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi 40 di Indramayu, Jawa Barat, akan mulai beroperasi pada akhir bulan ini.

Program ini ditujukan untuk menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang putus sekolah, sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan berkualitas di daerah pedesaan.

“Ini bagian dari 60 titik yang beroperasi pada bulan September ini. Jadi, sekarang terus dalam persiapan,” kata Saifullah Yusuf usai berdialog dengan calon siswa di Balai Latihan Kerja (BLK) Indramayu, Senin 29 September 2025.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen Kementerian Sosial untuk mempercepat pelaksanaan program pendidikan inklusif di berbagai wilayah. Menurut Mensos, tahap awal program ini akan menampung sebanyak 100 calon siswa.

Komposisinya terdiri dari 50 murid jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 50 murid Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan prioritas bagi anak-anak dari keluarga miskin yang belum pernah mengenyam pendidikan formal atau mengalami putus sekolah.

Lokasi sementara sekolah ini ditempatkan di BLK Indramayu, yang telah dinilai layak oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Fasilitas tersebut dianggap mampu menunjang kegiatan belajar mengajar hingga gedung permanen selesai dibangun.

Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pembangunan gedung sekolah permanen akan dimulai tahun ini. Dengan demikian, fasilitas baru tersebut diharapkan sudah dapat digunakan untuk menampung siswa pada tahun ajaran 2026, memungkinkan ekspansi program ke lebih banyak anak.

“Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar. Kita lihat nanti anak-anak dan gurunya memulai pengenalan lingkungan sekolah,” ujar Mensos, menekankan pentingnya adaptasi awal bagi siswa dan pengajar untuk memastikan kelancaran operasional.**

(Wari)
—-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!