Guru PAUD Dengan Hoby Menulis,Memasak Dan Mendongeng,Hasilkan Karya Berkelas

Guru PAUD Dengan Hoby Menulis,Memasak Dan Mendongeng,Hasilkan Karya Berkelas

PEKALONGAN-JAYA NEWS.COM – Tri Fatoyah mendapatkan dukungan penuh dari sang suami yang juga merupakan pendidik, hobinya menulis dan mendongeng terus dikembangkan.

Apakah semuanya mulus-mulus saja? Tentu ada banyak hambatan yang ditemui tetapi mampu untuk dilalui. Beberapa karya Tri Fatoyah terbit di media cetak. Cerpen perdana dimuat di majalah sekolah dengan Judul “Antara Jilbab dan Cinta”. Ya begitulah cerita anak remaja.

Tri mengungkapkan ” Hidupku mungkin datar dan lurus-lurus saja, karena aku berusaha untuk menjadi orang yang _nrimo ing pandum_ “Menerima dengan berusaha iklhas setiap pemberianNya”.

Tri, selain mengasah hobi menulisnya secara otodidak, dia mencoba menekuni hobi mendongeng, yang merupakan bagian dari kesehariannya ketika mengajar di PAUD.

Debut pertamanya mengikuti lomba mendongeng tingkat kabupaten pada event HUT Kemerdekaan RI tahun 2008.

“Padahal waktu itu aku sedang batuk dan pilek, yang penting ikutan aja. Cari-cari di buku dongeng untuk anakku, akhirnya aku menemukan sebuah dongeng yang sangat disukai anak keduaku yaitu Kisah Khalifah Umar RA. Bermodal nekad, beneran deh, cuma mengandalkan rasa percaya diri dan kisah yang sudah aku hapal, karena hampir setiap hari aku dongengkan kisah-kisah itu untuk anak-anakku,” ungkap Tri Fatoyah dengan riang,Sabtu 16 Agustus 2025.

Dengan kenekatan dan keberanian, lomba mendongeng diikuti sampai selesai. Saat itu mendapat peserta no urut 8.

“Ketika no urutku dipanggil aku dag dig dug tak karuan, tapi kucoba untuk tetap tenang, mengucapkan salam pembuka, melirik segenap dewan juri sejenak, dan bla … bla … bla … aku pun lancar mendongeng. Untuk juara aku tidak berharap banyak karena peserta yang lain juga bagus-bagus” lanjut Tri.

Sampai pada akhirnya pengumuman tiba, diumumkan dari juara harapan 3 namanya tidak disebut, juara harapan 2 juga tidak disebut, juara harapan satu namanya pun tidak disebut juga.

“Untuk juara harapan saja aku tidak masuk, hatiku putek saat itu, tiba-tiba pengumuman juara ke tiga barulah namaku disebut. Rasanya nggak percaya aku juara 3 untuk lomba mendongeng pertamaku” Terang Tri Fatoyah.

“Dapat hadiah uang dan juga sertifikat. Karena untuk lomba mendongeng ini nggak ada pialanya, yang ada pialanya khusus anak-anak pelajar”

Itulah awal lomba pertamanya, hanya dengan rasa percaya diri yang padahal sudah hampir memudar. Dari situ Tri Fatoyah jadi senang ikut lomba mendongeng, sampai beberapa kali juara. Mendongeng dari cerita karangan sendiri, pernah aku juara 2 waktu itu dewan juri mendekati,

“Bunda ceritanya bagus banget, sayang kalah di ekspresi muka.ukas dewan juri.

“Olalala, mukaku yang datar-datar saja memang sulit untuk diajak berekspresi, waktu itu di juri satu aku rangking satu, di juri dua aku rangking satu tapi di juri ke tiga aku rangking empat makanya aku harus puas nangkring di posisi ke dua waktu itu lomba mendongeng Hari anak Nasional” Ungkap Tri.

Hobi menulis dan memasak masih berlanjut sampai sekarang, karena menurutnya nggak akan ada yang sia-sia apa yang dikerjakan. Dari hobby memasak untuk keluarga,pernah ditawari mengisi Website salah seorang teman, yaitu di Markas Resep.

“Setiap hari aku setor resep masakan, ya karena aku wong _Ndeso_ ya aku masak aja masakan Ndeso, sampai puluhan resep, Alhamdulillah dapat pemasukan dari menulis resep,” jelas Tri dengan antusias.

Pernah membuat beberapa antologi Novel bersama temen-temen juga, pertama kali menawarkan novel ke Wakil Rektor Universitas Pekalongan Ibu Chalimah, beliau langsung pesan 3 Novel itu.
Pemilik RBA (Rumah Batik Adifa) juga membeli 2 Novel, “Lagi-lagi aku berpikir bukan karyaku yang bagus, tapi karena bentuk dukungan untuk kakak tercintanya ini” jelasnya dengan penuh binar.

Melanjutkan hobi menulisnya, ia mengenal Kaskus dari tahun 2019, “ya karena rasa percaya diri ikutan membuat Thread, dan juga sebagai hiburan sesaat setelah mengerjakan pekerjaan rumah yang seabrek, biar tetap waras butuh hiburan juga. Dan hiburanku ya menulis. Alhamdulillah dari nulis di Kaskus tambah penghasilan, tambah teman juga.

Lolos Review terus tulisannya?tentu tidak, Kata siapa lolos Review terus, tapi Tri orangnya pantang menyerah. Dengan semboyan hidupnya

“Hari ini gagal, besok gagal lusa berhasil”

“Ya karena kegagalan merupakan keberhasilan yang tertunda. Kalau Thread nggak lolos Review apa minta dihapus? Nggak dong karena aku anggap saja itu nulis di FB, biarin ku jadikan kenangan kalau aku pernah menuliskan Thread itu.
Apa-apa kok serba dijadikan kenangan, ya biarin lah suka-suka saya”.

“Pernah suatu hari ketemu teman dia bertanya, karena sering lihat tulisanku wara Wiri di beranda FB nya kali,

“Bunda itu nulisnya kapan?”

“Hehehe aku nulisnya kapan? Ya suka-suka aku, kalau pas nemu ide aja, yang penting bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin, kalau ada waktu longgar ya nulis aja,” sahut Tri,menutup kisahnya.**


Nur Fateah

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!