Video Tak Senonoh Diduga Libatkan Oknum Guru SD Negeri Kassi Makassar, Publik Desak Pemberhentian
MAKASSAR-JAYA NEWS.COM – Masyarakat Makassar digemparkan dengan beredarnya sebuah video tidak senonoh yang diduga melibatkan seorang perempuan berinisial EA (30), yang disebut-sebut masih berstatus sebagai guru aktif di SD Negeri Kassi Kecamatan Manggala, Makassar. Video berdurasi beberapa menit itu beredar luas di media sosial dan grup percakapan, memperlihatkan sosok perempuan tanpa busana yang diduga direkam dalam keadaan sadar dan sengaja.
Kabar ini memicu reaksi keras, terutama dari para orang tua murid dan tokoh pendidikan. Mereka menilai perbuatan yang terekam dalam video tersebut sama sekali tidak mencerminkan etika dan moral seorang pendidik.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan kekecewaannya.
“Kami sebagai orang tua murid berharap kepada Kepala Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan agar segera mengambil tindakan tegas. Ini mencoreng nama baik institusi pendidikan. Kalau bisa pecat supaya jadi contoh bagi oknum guru yang berpikiran singkat seperti dia,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp ke nomor 0853xx74xx19, EA enggan memberikan klarifikasi panjang. Ia hanya menjawab singkat, “Terima kasih,” tanpa membantah maupun mengakui keterlibatannya. Namun, dalam suasana yang terlihat emosional, EA melontarkan pernyataan mengejutkan:
“Dan aku sumpahin, adik perempuan kamu baik-baik aja. Semoga bukan penyesalan yang kamu lakukan,” ucapnya dengan nada getir,Rabu 13 Agustus 2025.
Pernyataan tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah publik. Ada yang menilai EA merasa terpojok, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk tekanan batin yang sedang dialami.
Pihak Kepala Sekolah SD Negeri Kassi Manggala saat di konfirmasi,Rabu (13/08/2025), melalui pesan whatsap dengan nomor 0821xxxxxx43 enggan membalas pesan wartawan,dan saat di telpon melalui telpon whatsap dengan nada songong menjawab, kalau anda media silahkan datang ke sekolah,tak lama kemudian nomor di blok.
Kasus ini semakin menjadi sorotan karena menyangkut etika profesi guru serta perlindungan moral siswa di lingkungan sekolah dasar. Desakan agar EA segera dinonaktifkan atau diberhentikan secara tidak hormat,terus menguat demi menjaga kredibilitas institusi pendidikan di Makassar.**
RN/Red
—
![]()
