Workshop Cipta Lagu Anak Berbasis Al,Bangun Kreativitas Musikal Bagi IGTKI Di Semarang

Workshop Cipta Lagu Anak Berbasis AI, Bangun Kreativitas Musikal Bagi IGTKI Di Semarang


SEMARANG-JAYA NEWS.COM – Gedung Korwil Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang,Sabtu 2 Agustus 2025,menjadi tempat untuk pelaksanaan ‘Workshop Mencipta Lagu Anak Berbasis Teknologi Al Untuk Membangun Kreatifitas Musikal Bagi IGTKI Di Kabupaten Semarang’.

Hal itu disampaikan Nafik Salafiyah,S.Pd,M.Sn,Ketua Tim Pengabdi Universitas Negeri Semarang kepada JayaNews.com,Kamis 14 Agustus 2025.

Nafik melanjutkan,Tim Pengabdi Unnes beranggotakan, Prof. Sunarto, M.Hum, Drs. Bagus Susetyo M.Hum, Dr. Irfanda Rizki Harmoni Sejati, M.A, dan Kidung Sukma Asmarani, M.Pd. serta Feritrio Harmony,M.Pd. dari Widyaiswara Yogyakarta.

Workshop diikuti kalangan Guru Taman Kanak-Kanak Kabupaten Semarang,
diikuti 34 peserta guru TK.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas professional guru TK dalam mencipta lagu anak yang edukatif dan sesuai perkembangan usia dini,juga untuk mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif musik untuk pendidikan anak usia dini,dan membangun kreativitas musikal guru TK agar mampu menghasilkan karya lagu yang inovatif, menarik, dan mendukung kurikulum PAUD,” terangnya.

Lebih jauh Nafik menjelaskan,mengingat ini adalah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat,maka tujuan dari kegiatan ini tidak lain untuk memperkuat peran dosen dan institusi dalam pemberdayaan guru melalui pendekatan teknologi dan seni.

Target kegiatan ini untuk lebih memperkenalkan alat bantu berbasis AI (seperti Soundraw dan Suno AI ) untuk penciptaan lagu, memberikan pelatihan langsung penggunaan platform AI dalam menciptakan dan mengaransemen lagu anak. Dengan begitu dapat meningkatkan kepercayaan diri guru dalam mengekspresikan ide musikal secara mandiri dan kreatif.

Sumber dana pengabdian dari LPPM Universitas Negeri Semarang,dan
pihak yang diajak bekerja sama,yaitu Mitra
Ketua IGTKI Kabupaten Semarang, Siti Sulaeni, M.Pd,Ketua IGTKI Kecamatan Bringin, Umi Atika, S.Pd.

Mengapa kegiatan pengabdian ini diselenggarakan?
Dengan alasan karena adanya Transformasi teknologi di bidang pendidikan dan seni mengharuskan guru termasuk guru TK, untuk melek teknologi, termasuk AI (Artificial Intelligence) karena AI dapat digunakan untuk membantu proses kreatif mencipta lagu, dari ide, lirik, hingga melodi. Workshop ini menjadi ajang untuk memperkuat peran IGTKI sebagai organisasi profesi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan teknologi Seni Sehingga workshop ini sangat penting untuk diselenggarakan.

Workshop ini tidak lain merupakan kegiatan pelatihan yang ditujukan bagi para guru TK yang tergabung dalam IGTKI Kabupaten Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kreativitas musikal para pendidik melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses penciptaan lagu anak. Langkah pertama para peserta diberikan materi pengenalan unsur-unsur dalam musik, mengenal tangga nada, interval, membidik melodi sederhana, hingga analisis membentuk sebuah lagu sederhana melalui kalimat tanya dan kalimat jawab yang membentuk lagu satu bagian,kemudian barulah peserta dikenalkan pada aplikasi platform Soundraw dan Suno AI sebagai alat bantu menggali ide, menyusun melodi, hingga memproduksi ganre lagu secara digital. Aplikasi ini bisa memanfaatkan HP android dan kuota internet yang cukup bagus.

Hasil yang diperoleh lewat kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan materi pembelajaran musik yang inovatif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan zaman. Pada ahir kegiatan workshop, 26 dari 34 peserta workshop telah berhasil menciptakan lagu anak ( lagu sederhana ) dari berbagai ganre. Beberapa tema yang diciptakan seperti tema kebersamaan, kasihsayang keluargapersahabatan, kedisplinan, cinta tanah air, hidup sehat, kesopanan, religius, budaya tradisi.

Nafik berharap,para guru memiliki kreativitas dalam mencipta lagu anak melalui pemanfaatan teknologi AI sebagai alat bantu yang inovatif, dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, melalui lagu-lagu anak yang relevan dan kontekstual, sehingga setelah adanya workshop ini sudah tidak ada lagi lagu anak yang diciptakan guru dengan mengimitasi dari melodi lagu yang sudah ada.

Marsudiani dari TK Bustanul Athfal Aisyiyah memberi testimoni, kalau kegiatan ini sangat bermanfaat bagi guru TK, mengingat masih banyak yg belum bisa mencipta lagu, belum tahu nada/ notasi, belum familiar dengan teknologi AI. Semoga tahun depan diadakan lagi ya.

Indah R,dari TK Arrohman,mengatakan, workshop ini sangat menyenangkan dan menjadikan penyegaran bagi kami khususnya saya.

“Semoga tahun depan UNNES memberi pengabdian lagi di kegiatan seni yang lain misal tari atau menggambar,juga boleh,”
ucapnya.

Hambatan workshop, biasanya untuk guru-guru yang sudah agak tua,agak susah mengingat cara mengoperasikan Hp sebagai perantara mencipta lagu di aplikasi Soundraw /Suno Ai.

“Rencana ke depan setelah kegiatan ini, akan dilakukan penelitian bertema evaluasi efektivitas hasil lagu ciptaan guru terhadap minat belajar anak TK dan Anak Usia Dini,” tutup Nafik.**


Nur Fateah Mawardi

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!