Melalui PAR, Lakpesdam Indramayu Evaluasi Bersama Upaya Pencegahan Perkawinan Anak

Melalui PAR, Lakpesdam Indramayu Evaluasi Bersama Upaya Pencegahan Perkawinan Anak

INDRAMAYU-JAYA-NEWS.COM – Keberhasilan program pencegahan perkawinan anak tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana. Pengalaman masyarakat, perubahan yang dirasakan, serta tantangan di lapangan perlu menjadi bahan untuk menentukan langkah berikutnya.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Lakpesdam PCNU Indramayu menggelar Participatory Analysis and Reflection (PAR) Program INKLUSI Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak di Aula Hotel Prima Indramayu, Jawa Barat, Rabu (28/10/2026).

Melalui PAR, tim pelaksana dan para pemangku kepentingan diajak menelaah kembali proses implementasi program, mengidentifikasi pembelajaran dari lapangan, serta merumuskan perbaikan yang diperlukan.

Program Manager INKLUSI Lakpesdam PBNU, Hanifah Haris, menjelaskan bahwa PAR tidak sekadar forum untuk meninjau kegiatan atau mencatat capaian, tetapi menggali pengalaman personal, perubahan yang terjadi, serta harapan komunitas terhadap keberlanjutan program.

“Strategi Participatory Analysis and Reflection menempatkan pengalaman dan suara komunitas sebagai sumber pembelajaran utama. Refleksi tidak hanya berfokus pada kegiatan atau capaian, tetapi juga menggali cerita lapangan, perasaan yang muncul, fakta dan perubahan, faktor pendukung, tantangan, serta harapan komunitas,” ujar Hanifah.

Menurutnya, pendekatan ini membuka ruang bagi pelaksana untuk melihat program secara lebih utuh. Capaian dapat diapresiasi, praktik baik dapat dikenali, sementara kendala dapat dibahas sebagai dasar perbaikan.

Proses PAR dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, menggali peristiwa dan perasaan untuk mengenali pengalaman bermakna selama program berjalan. Kedua, mengidentifikasi pembelajaran dengan menelaah hal yang berjalan baik dan aspek yang perlu diperbaiki. Ketiga, merumuskan penerapan ke depan melalui pembahasan prioritas dan kebutuhan sumber daya.

Ketua Lakpesdam PCNU Indramayu, Ali Ma’nawi yang akrab disapa Almak, menegaskan PAR merupakan ruang bersama untuk menghimpun kesan, saran, dan masukan.

“Kesan, saran, dan masukan yang disampaikan dalam kegiatan ini diharapkan menjadi spirit baru bagi kita semua untuk memperdalam dan mempertajam gerakan ke depan di Kabupaten Indramayu,” ujar Almak.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai upaya memperkuat kolaborasi pencegahan dan penanganan perkawinan anak di Kabupaten Indramayu secara berkelanjutan.

Penulis : Wari
Editor : Nuryaji
—-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!