INDRAMAYU-JAYANEWS.COM – Dewan Pimpinan Cabang Serikat Buruh Muslimin Indonesia (DPC K-Sarbumusi) Kabupaten Indramayu menyatakan dukungan penuh terhadap program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) yang digagas Polres Indramayu.
Program Poliran dinilai menjadi terobosan humanis Polri yang tidak hanya menjaga Kamtibmas, tetapi hadir langsung menjawab persoalan ekonomi rakyat, khususnya korban PHK dan pencari kerja di Kota Mangga.
Program Poliran resmi diluncurkan Kapolres Indramayu AKBP Prianggo P.M. pada Senin (26/10/2026) di Mapolres Indramayu. Angkatan pertama menyasar 100 warga terdampak PHK yang akan dibekali keterampilan vokasi.
Ketua DPC Sarbumusi Indramayu H Anas Ghozali menilai langkah tersebut sangat sejalan dengan khittah Sarbumusi sebagai Badan Otonom NU yang lahir untuk melindungi kaum buruh sejak 27 September 1955 di Sidoarjo.
“Kami dari DPC Sarbumusi Indramayu sangat mengapresiasi dan mendukung penuh Poliran. Ini program luar biasa. Polisi tidak hanya menjaga keamanan, tapi peduli nasib pengangguran. Ini yang dibutuhkan buruh Indramayu hari ini,” ujar Ketua DPC Sarbumusi Indramayu, Senin (26/10/2026).
Empat Pelatihan Strategis dan Pelatihan Las di BLK.
Polres Indramayu melalui Kasat Binmas IPTU Tasim menjelaskan, Poliran dilaksanakan sinergi dengan Dinas Ketenagakerjaan Indramayu, BPVP dan BBPKK Bandung Barat.
Pada launching awal, empat keterampilan disiapkan: pembuatan espresso dan latte art untuk barista, menjahit single needle, digital marketing dasar, dan teknisi AC/refrigeran. Pada pelaksanaan lanjutan di BLK Disnaker Indramayu (22/10/2026), peserta juga dibekali keterampilan pengelasan dan laser yang memiliki nilai jual tinggi di sektor industri.
“Program Poliran merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang belum memiliki pekerjaan agar memperoleh bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk mencari nafkah,” kata IPTU Tasim.
Sarbumusi Siap Jadi Jembatan.
DPC Sarbumusi Indramayu mengaku siap menjadi mitra strategis Polres Indramayu. Sarbumusi akan membantu pendataan anggota yang terkena PHK, menyosialisasikan pelatihan, hingga mengawal penyaluran kerja ke perusahaan-perusahaan di kawasan industri Indramayu dan Patimban.
“Kami punya basis buruh NU di 27 kecamatan. Banyak anggota kami yang korban PHK. Poliran ini bisa menjadi jembatan mereka untuk bangkit kembali, baik untuk masuk dunia industri maupun buka usaha mandiri. Kami siap bersinergi,” tegasnya.
Pihaknya berharap Poliran tidak berhenti sebagai program seremonial, tetapi berkelanjutan dan diperluas hingga ke tingkat Polsek, seperti yang sudah dilakukan Polsek Kroya melalui pendataan pengangguran oleh Bhabinkamtibmas.
Acara peluncuran Poliran turut dihadiri Sekda Indramayu Aan Hendrajana mewakili Bupati, Kadisnaker Endang Ismiati, serta pimpinan BPVP dan BBPKK Bandung Barat.
( Wari)
—–
![]()
