KOLABORASI WARGA BELAJAR BERSAMA TUTOR WUJUDKAN PENDIDIKAN EKONOMI BERBASIS LINGKUNGAN

KOLABORASI WARGA BELAJAR BERSAMA TUTOR WUJUDKAN PENDIDIKAN EKONOMI BERBASIS LINGKUNGAN

Oleh Sukino, S.Pd (Tutor PKBM Al Zaytun)

Suasana pembelajaran di PKBM Al Zaytun terasa berbeda dan penuh semangat. Warga belajar Program Paket A, Paket B, dan Paket C bersama para tutor melaksanakan kegiatan kerja bakti sekaligus pembelajaran luar kelas dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar nyata.

Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Terasiring Pagar Abunawas Alzaytun tersebut menjadi bagian dari upaya PKBM Alzaytun menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada warga belajar untuk mengenal lingkungan, bekerja sama, serta mengembangkan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

Dalam kegiatan tersebut, warga belajar bersama tutor mengumpulkan berbagai bahan organik, terutama daun-daun kering dan bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk kompos. Seluruh bahan yang terkumpul selanjutnya akan diproses, digiling, dan dicampurkan dengan kotoran sapi serta kotoran ternak lainnya sehingga dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi lingkungan dan berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

DARI DAUN KERING MENJADI PELUANG EKONOMI

Kegiatan sederhana mengumpulkan daun kering ternyata menyimpan pesan pendidikan yang sangat besar.

PKBM Alzaytun mengajak warga belajar memahami bahwa sesuatu yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dari lingkungan sekitar, warga belajar diajak melihat adanya potensi ekonomi, kreativitas, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pembelajaran tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata konsep pendidikan ekonomi, yaitu memberikan pengalaman kepada warga belajar untuk mengenal proses produksi, pemanfaatan sumber daya lokal, kerja sama, hingga kemungkinan pengembangan produk yang mempunyai nilai guna dan nilai jual.

Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada teori. Warga belajar melihat, melakukan, mengolah, dan belajar dari pengalaman nyata.

TUTOR DAN WARGA BELAJAR BERGERAK BERSAMA

Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam kegiatan ini. Tutor tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi turut turun langsung bersama warga belajar.

Kebersamaan tersebut menciptakan suasana belajar yang lebih akrab, aktif, dan menyenangkan. Warga belajar Paket A, B, dan C dapat berinteraksi, bekerja sama, serta saling membantu dalam menyelesaikan kegiatan.

Nilai-nilai yang tumbuh dari kegiatan tersebut antara lain gotong royong, tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, kemandirian, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan.

PEMBELAJARAN YANG MENGHIDUPKAN LINGKUNGAN

Bagi PKBM Alzaytun, lingkungan bukan sekadar tempat berlangsungnya kegiatan, tetapi juga merupakan laboratorium pembelajaran yang sesungguhnya.

Melalui kegiatan pengolahan bahan organik menjadi pupuk kompos, warga belajar dapat menghubungkan berbagai pengetahuan sekaligus: pendidikan lingkungan, keterampilan, ekonomi, kewirausahaan, kerja sama sosial, serta kepedulian terhadap keberlanjutan alam.

Inilah wajah pembelajaran yang ingin terus dikembangkan PKBM Alzaytun: belajar dari kehidupan, belajar melalui pengalaman, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.

PENDIDIKAN UNTUK KEMANDIRIAN

Kegiatan ini juga menjadi langkah kecil menuju cita-cita besar PKBM Alzaytun dalam mengembangkan pendidikan ekonomi berbasis potensi lokal.

Pupuk kompos yang dihasilkan nantinya diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan lingkungan sekitar, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pengembangan kegiatan produktif yang mendukung program ekonomi pendidikan.

Dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar, warga belajar diperkenalkan pada sebuah prinsip sederhana:

Jangan melihat sesuatu hanya sebagai limbah. Lihatlah potensinya, olah dengan ilmu, kerjakan dengan kebersamaan, dan jadikan sesuatu yang bermanfaat.

AL-ZAYTUN: MEMBANGUN DAN MENDIDIK UNTUK PENGABDIAN KEPADA ALLAH

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat besar PKBM Alzaytun dalam menjalankan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan manusia yang berilmu, terampil, peduli, mandiri, dan memiliki nilai pengabdian.

Semangat tersebut sejalan dengan motto Alzaytun:

“MEMBANGUN DAN MENDIDIK SEMATA-MATA HANYA UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH.”

Melalui kegiatan kerja bakti ini, PKBM Alzaytun menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, tetapi juga tentang mengamalkan ilmu, menjaga lingkungan, membangun kebersamaan, menciptakan kemandirian ekonomi, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Dari daun kering, lahir pembelajaran.

Dari kerja bakti, tumbuh kebersamaan.

Dari pupuk kompos, muncul peluang ekonomi.

Dan dari pendidikan, diharapkan lahir generasi yang mampu membangun kehidupan dengan ilmu, keterampilan, dan pengabdian.

PKBM Alzaytun terus bergerak.
Belajar dari alam.
Berkarya bersama.
Membangun kemandirian.
Mendidik untuk kehidupan.
Dan mengabdi semata-mata kepada Allah.


Indramayu, 26 September 2026
——–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!