SINGKIRKAN 21 RIBU PESAING, INOVASI KALIWEDI MAHASISWA POLINDRA RAIH PENDANAAN PKM BELMAWA 2026

Singkirkan 21 Ribu Pesaing, Inovasi Kaliwedi Mahasiswa Polindra Raih Pendanaan PKM Belmawa 2026

INDRAMAYU-JayaNews.com– Mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) kembali berinovasi melalui teknologi bertajuk KALIWEDI (Kanal Laporan Informasi Warga dan Evakuasi Dinamis Indramayu).

Inovasi tersebut berhasil lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Persaingan PKM-KC tahun ini sangat ketat. Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) menerima 21.237 usulan proposal dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia. Setelah seleksi ketat, hanya 1.121 judul yang didanai dan KALIWEDI menjadi salah satunya.

KALIWEDI dikembangkan sebagai aplikasi berbasis Mobile Geographic Information System (GIS) yang membantu masyarakat memperoleh informasi titik banjir secara langsung sekaligus memberikan rekomendasi rute evakuasi dan jalur alternatif yang lebih aman.

Inovasi ini dikembangkan tim mahasiswa Polindra di bawah bimbingan Rosena Shintabella, S.T., M.Kom. Tim diketuai Zahra Nursyifah dari D4 Rekayasa Perangkat Lunak, bersama Tita Istiara dari D4 Rekayasa Perangkat Lunak, serta Nicky Destiliani dan Delyla Putri Nur Afni dari D3 Teknik Pendingin dan Tata Udara.

Zahra menjelaskan, gagasan KALIWEDI berawal dari pengalaman tim menghadapi kendala transportasi akibat banjir saat menuju kampus.

“Saat hujan deras, beberapa akses jalan terputus dan kami kesulitan menemukan informasi rute alternatif secara real-time. Dari pengalaman itu kami ingin menghadirkan solusi berbasis teknologi yang membantu masyarakat mengetahui titik banjir dan menemukan rute evakuasi yang lebih aman,” ujar Zahra, Jumat (18/9/2026).

Melalui KALIWEDI, tim menghadirkan sistem pelaporan banjir berbasis Mobile GIS dengan akurasi lokasi GPS tinggi, visualisasi peta sebaran banjir yang diperbarui real-time, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam mitigasi bencana.

“Melalui KALIWEDI, kami ingin sistem yang tidak hanya memberi informasi kondisi banjir, tetapi juga mendorong masyarakat berperan aktif dalam mitigasi bencana melalui pemanfaatan teknologi digital,” tambah Tita Istiara.

Dalam pengembangannya, tim telah melakukan uji coba lapangan bersama UPTD SDN 3 Bulak Lor, Kecamatan Jatibarang, untuk menguji fitur GPS, memetakan kendala teknis, serta menghimpun masukan sebagai bahan penyempurnaan aplikasi.

Ke depan, tim berharap KALIWEDI dapat diintegrasikan dengan data resmi BPBD Kabupaten Indramayu sehingga manfaatnya lebih luas bagi masyarakat, pemerintah daerah, relawan, dan pengembangan teknologi penanggulangan bencana.**

Bakhrudin
—–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!