*FDPNI dan Wamendiktisaintek Bahas Transformasi Pendidikan Tinggi Vokasi melalui Kolaborasi Global *
Jakarta-Jayanews.com— Forum Direktur Politeknik Negeri Indonesia (FDPNI) melakukan audiensi dan diskusi strategis dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., di Jakarta, Selasa 1 September 2026. Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah transformatif untuk meningkatkan mutu dan daya saing pendidikan tinggi vokasi Indonesia melalui kerja sama internasional multisektor.
FDPNI diwakili oleh Ketua FDPNI Ahyar Muhammad Diah, S.E., M.M., Ph.D sekaligus Direktur Politeknik Negeri Samarinda bersama Sekretaris FDPNI sekaligus Direktur Politeknik Negeri Indramayu, Rofan Aziz. Keduanya membawa aspirasi dan kepentingan seluruh direktur politeknik negeri yang tergabung dalam FDPNI, khususnya dalam memperkuat posisi pendidikan tinggi vokasi sebagai penggerak pembangunan sumber daya manusia dan transformasi industri nasional.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. Beny Bandanadjaja, serta Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia Berkualitas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Katiman, S.E., MPP., MPA., Ph.D.
Diskusi difokuskan pada pengembangan ekosistem pendidikan terapan berstandar global. Sejumlah agenda strategis yang dibahas meliputi penyelarasan kurikulum terapan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri internasional, penguatan mobilitas mahasiswa dan dosen melalui jejaring global, serta pengembangan riset terapan yang mampu memberikan solusi nyata bagi dunia usaha dan dunia industri.
Kerja sama internasional dipandang tidak hanya sebagai sarana memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat relevansi kompetensi lulusan politeknik dengan kebutuhan pasar kerja global.
FDPNI menegaskan pentingnya dukungan kebijakan pemerintah dalam memperluas akses politeknik negeri terhadap mitra pendidikan, industri, lembaga riset, dan jejaring internasional. Dukungan tersebut diperlukan agar kolaborasi global dapat diterjemahkan menjadi program yang konkret, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, institusi, serta mitra industri.
Audiensi ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan politeknik negeri dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi vokasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi global. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan bersaing dalam lingkungan industri internasional.
Melalui forum strategis ini, FDPNI terus memperkuat perannya sebagai wadah kolaborasi dan penyatuan gagasan seluruh politeknik negeri di Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan pendidikan tinggi vokasi yang semakin berkualitas, relevan dengan kebutuhan industri, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.**
Bakhrudin
——–
![]()
