PKBM Al Zaytun Bekali Warga Ilmu Fardhu Kifayah melalui Pelatihan Pemulasaraan Jenazah


PKBM Al Zaytun Bekali Warga Ilmu Fardhu Kifayah melalui Pelatihan Pemulasaraan Jenazah

Oleh : Lilis Supriatih

INDRAMAYU-JAYANEWS.COM – Ada ilmu yang tidak selalu dipraktikkan setiap hari, tetapi ketika dibutuhkan menjadi bentuk pengabdian yang paling mulia. Ilmu itu adalah fardhu kifayah, ilmu yang mengajarkan umat Islam untuk mengantarkan saudara seiman menuju peristirahatan terakhir dengan penuh penghormatan sesuai tuntunan syariat. Berangkat dari semangat itulah, para tutor PKBM Al Zaytun bersama Paguyuban Istri Peduli (PIP) terus menanamkan kepedulian sosial melalui pendidikan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

Sebanyak 12 anggota Paguyuban Istri Peduli (PIP) yang mewakili beberapa blok di Kecamatan Gantar mengikuti kegiatan Pemantapan Pemulasaraan Jenazah yang diselenggarakan di kediaman Ibu Rohayati, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PKBM Al Zaytun dalam memperkuat kapasitas masyarakat melalui pembelajaran sepanjang hayat, tidak hanya pada aspek akademik tetapi juga pada penguatan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Acara dibuka oleh Ibu Lilis yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas kesediaannya meluangkan waktu untuk mengikuti pelatihan. Suasana hangat kemudian diawali dengan pembacaan basmalah bersama sebagai doa agar kegiatan membawa manfaat dan keberkahan.

Materi disampaikan oleh Ibu Nurhasanah dari Tim Kerohanian Paguyuban Istri Peduli yang telah berpengalaman sebagai praktisi pemulasaraan jenazah. Dalam pengantarnya, ia menegaskan pentingnya setiap warga memiliki bekal dasar ilmu fardhu kifayah.

“Warga perlu memiliki modal dasar. Minimal ketika ada keluarga atau tetangga yang wafat, kita tidak gagap dan dapat membantu sesuai tuntunan syariat,” ungkapnya.

Pelatihan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga melakukan praktik langsung menggunakan boneka peraga. Bahkan, karena tingginya antusiasme, dua peserta bersedia menjadi model praktik sehingga seluruh tahapan dapat dipahami secara lebih nyata.

Khusus karena seluruh peserta merupakan perempuan, materi difokuskan pada tata cara pemulasaraan jenazah perempuan. Peserta mempelajari niat memandikan jenazah, urutan memandikan, hingga teknik mengafani. Dijelaskan pula tata cara memotong kain kafan yang terdiri atas tiga lembar alas, satu lembar jarit, satu lembar baju, satu lembar celana atau popok, dan satu lembar kerudung, sehingga keseluruhan berjumlah tujuh lembar kain kafan.

Antusiasme peserta juga tampak pada sesi diskusi. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari tata cara menangani jenazah yang memiliki penyakit menular, siapa saja anggota keluarga yang berhak memandikan jenazah, hingga hukum perempuan yang sedang haid atau dalam keadaan junub ketika harus memandikan jenazah. Seluruh pertanyaan dijawab secara rinci berdasarkan tuntunan fikih sehingga peserta memperoleh pemahaman yang lebih utuh.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 15.30 WIB ini berjalan lancar dan penuh semangat. Acara ditutup dengan pembacaan hamdalah bersama sebagai ungkapan syukur atas ilmu yang telah diperoleh.

Pelatihan ini menunjukkan bahwa PKBM Al Zaytun tidak hanya menghadirkan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membangun masyarakat yang siap melayani sesama. Sebab, kebermanfaatan ilmu bukan hanya diukur dari apa yang diketahui, melainkan dari kesediaan mengamalkannya ketika masyarakat membutuhkan. Dari ruang belajar sederhana, lahirlah warga-warga yang lebih siap menjalankan amanah kemanusiaan sebagai wujud nyata pengabdian kepada Allah SWT dan kepedulian terhadap sesama.**


AA/red
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!