MEMBACA H. PURNOMO, WAKIL BENDAHARA MUI INDRAMAYU : PROFIL PENGUSAHA MUDA PENERIMA ANUGERAH PWI AWARD KE-9 TAHUN 2026
Oleh : H. Adlan Daie
Analis politik dan sosial keagamaan
H. Purnomo, Wakil Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Indramayu masa khidmat 2025 – 2030 satu dari sekian banyak tokoh publik penerima anugerah “PWI Indramayu Award” ke 9 tahun 2026 kategori “Pengusaha Muda”, rumpun generasi milenial (generasi yang lahir antara tahun 1981 – 1996).
Penghargaan tersebut secara inauguratif ia terima di panggung puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke 80 di Ballroom hotel Swess Bellnn, Indramayu (Kamis, 6 Pebruari 2026). Selamat !!!.
Pertanyaan “sexi” dan menariknya siapa H. Purnomo sehingga ia layak masuk “box” jajaran MUI Indramayu (masa khidmat 2025 – 2030) dan pantas mendapatkan anugerah “PWI Indramayu Award” ke 9 tahun 2026 kategori “Pengusaha Muda”?
Dalam literatur sosiologi politik Jawa setidaknya dalam konstruksi hasil penelitian klasik dan monumental Clifford Geezt dalam bukunya “Religion Of Java” (1956) tentang varian Santri, Abangan dan Priyayi – H. Purnomo masuk dalam rumpun kategori “santri”.
Ia menempuh pendidikan di lembaga pendidikan santri, di Mts NU putera Buntet dan MAN Buntet, Cirebon Jawa Barat. Buntet adalah salah satu pesantren “historis” dan “Iconic” dalam khazanah pesantren NU di pulau Jawa – selanjutnya ia menyelesaikan pendidikan jurusan ilmu sosial (S 1).
Dalam konstruksi itulah ia layak dari sisi legacy pendidikan masuk dalam “box” jajaran MUI Indramayu sebagai santri alumni Buntet di mana MUI dalam sejarah berdirinya adalah wadah “kaum santri” dari beragam corak pikiran keislaman dengan latar belakang lintas profesi dan lintas afiliasi politik.
Keberhasilan H. Purnomo di dunia usaha dalam usia muda, di bawah usia 40 tahun, antara lain ditandai ia menjadi komisaris Utama PT. Pandita Jasa Prima, Direktur Utama PT. Waskita Jaya Purnama, Direktur Utama PT. Muara Jati, Owner & Founder Taruna Beton (Balongan) dan Owner Taruna Coffie & Resto, dll.
Dalam konteks itu ia sangat kompatibel dan lebih dari sekedar layak untuk diganjar dengan sebuah penghargaan oleh “PWI Indramayu Award” sebagai “Pengusaha Muda” sukses berkarakter tangguh dan berlatar belakang santri.
Spirit “enterpreneurship” H. Purnomo di atas penting untuk ditularkan dalam ekosistem sosial generasi muda Indramayu, Spirit anugerah penghargaan yang diterima H. Purnomo dari “PWI Indramayu Award” dalam kategori tokoh muda Penggerak Ekonomi Daerah semoga menjadi inspirasi yang menggerakkan.
Hal ini penting bagi Indramayu. Pasalnya, problem sosial kemiskinan dan kerapuhan sosial tidak mungkin sanggup dihandel oleh kapasitas Pemerintah Daerah Indramayu kecuali oleh peran peran dunia usaha dan karakter kemandirian warganya. Di titik inilah pointnya memaknai penghargaan yang diterima H. Purnomo di atas.
Dalam konteks MUI, inilah salah satu jalan “membumikan” doktrin doktrin “langit” menjadi jalan maslahat “fil Ardhi”, di bumi, sebuah tanggung jawab “kekhalifahan” MUI Indramayu dalam peran peran organiknya. **
Indramayu, 6 Februari 2026
——
![]()
