Sejarah Yang Ditulis Oleh Andin Banjar Sejarah Yang Paling Jujur


SEJARAH YANG DITULIS OLEH ANDIN BANJAR SEJARAH YANG PALING JUJUR

Oleh : Hamly Hadi
Pemerhati Sejarah

Kenapa Sejarah menjadi banyak Versi dan tidak seragam karena masing masing daerah menciptakan sejarah sendiri yang kebanyakan tidak jujur dan minim bukti.

– Karena ingin menutupi malu jika daerah nya Pernah dikuasai oleh kerajaan dari luar daerah. Sehingga mengklaim kerajaan yg ada di daerahnya adalah kerajaan asli orang lokal , menolak fakta kalau kerajaan tersebut didirikan oleh orang luar daerah nya.biasanya menolak kebesaran kerajaan daerah lain seperti mengatakan Majapahit hanya dongeng.

– Ada juga yang tidak ingin leluhurnya beragama Hindu Budha sehingga menciptakan sejarah bahwa leluhurnya beragama hanif.
bukti bukti peninggalan Hindu Budha seperti prasasti Pallawa archa Budha dihancurkan dan dibuang ke sungai.

– Ada juga yang ingin menutupi fakta bahwa mereka adalah pendatang bukan asli pribumi daerah setempat.

Sedangkan sejarah yang ditulis oleh Andin Banjar adalah sejarah yang jujur, apa adanya berdasarkan bukti bukti primer dan artefak yang ditemukan, pendekatan linguistik dan aksara hingga tes DNA , sehingga wajar sejarah yang saya tulis mendapatkan banyak tentangan dari daerah daerah yang sejarah aslinya saya bongkar.

Bahkan saya juga ditentang orang orang daerah saya sendiri ketika saya menceritakan sejarah daerah saya dengan jujur seperti saya menulis sejarah bahwa pendiri kerajaan awal di daerah (Tanjung Puri) saya adalah orang India , ketika saya menulis Kerajaan Nagara Dipa adalah kerajaan yang didirikan oleh orang orang Majapahit, ketika saya menulis Suku Banjar baru masuk Islam secara serentak pada tahun 1526 , ketika saya menulis dulu di daerah saya beragama Hindu Budha.

Begitu juga ketika saya menulis sejarah dengan jujur tentang sejarah di daerah lain . Saya dianggap pro Tamil, pro Jawa, Pro Kafir, merendahkan saudara serumpun dll.. padahal saya hanya menyampaikan sejarah dengan jujur, sejarah tidak memandang ras dan agama, bukti apa yang ditemukan itulah sejarah.*


Banjarmasin, 28 Januari 2026
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!