Transformasi Dakwah Ekonomi: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa HES IAI AL-AZIS Hadirkan Literasi Finansial Berbasis Digital (04)
INDRAMAYU-JAYA NEWS.CON – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman Abdul Latief Kasno, S.H., M.P. dan Wardatun di Desa Situraja, Indramayu, Jawa Barat, pada Selasa malam, 18 November 2025. Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban Gotong Royong Indonesia (P-GRI) berkumpul tidak hanya untuk menyambung tali silaturahmi bulanan dan tasyakuran Aqiqah, namun juga untuk menyerap ilmu dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS). Mengusung tema besar “Hidup Minimalis, Rezeki Maksimalis: Kunci Keberkahan Finansial Keluarga Sejati”, acara ini menjadi bukti nyata implementasi kurikulum Outcome Based Education (OBE), sehingga mahasiswa tidak hanya belajar di menara gading kampus, melainkan terjun langsung menjadi agen perubahan di masyarakat.
Ice Breaking: Keseruan “Immersive Interactive Warm-Up”
Sebelum masuk ke materi berat, suasana dicairkan melalui sesi Ice Breaking bertajuk “Immersive Interactive Warm-Up”. Dipandu oleh mahasiswa, ratusan anggota P-GRI diajak berinteraksi dengan video viral di layar proyektor. Instruksi gerak cepat seperti ‘Say Hi’, ‘Turn’, ‘Power’, hingga ‘Jump’ diikuti dengan gelak tawa dan antusiasme tinggi.
Pendekatan visual-kinestetik yang kekinian ini terbukti sangat efektif. Sekat formalitas antara akademisi dan warga desa seketika runtuh (melting the atmosphere), berganti dengan energi positif dan fokus yang siap menerima materi padat berikutnya.
Aktor Intelektual Muda: Peran Strategis Mahasiswa Semester 5
Sorotan khusus dalam kegiatan ini tertuju pada peran sentral mahasiswa yang terlibat, yakni Fuad Arrasyid Almubarok, Saskiah Amanah, dan Nahlia Puteri Madini.
Mereka adalah Mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Angkatan Tahun 2022 yang saat ini tengah menempuh pendidikan di Semester 5.
Keterlibatan mereka bukan sekadar pelengkap teknis, melainkan wujud aktualisasi kematangan intelektual. Di semester 5, mahasiswa HES IAI AL-AZIS telah menguasai fondasi teori Fiqh Muamalah dan Manajemen Keuangan Syariah. PkM ini menjadi panggung pembuktian (proof of competence) bahwa mereka mampu menavigasi masalah riil di lapangan. Dengan percaya diri, para mahasiswa angkatan 2022 ini membedah data ekonomi dan menawarkan solusi fikih aplikatif, membuktikan kapasitas mereka sebagai calon praktisi hukum ekonomi yang kompeten dan berdaya guna.

Segmen 3:
Solusi Taktis “Metode Amplop Ajaib”
Pemateri: Saskiah Amanah (Mahasiswa HES)
Sebagai penutup rangkaian materi, Saskiah Amanah hadir memberikan solusi praktis. Jika Fuad memaparkan masalah, Saskiah datang membawa “obat” melalui teknik manajemen keuangan rumah tangga yang disebut “Metode Amplop Ajaib”.
Dengan bahasa yang luwes dan mudah dipahami, Saskiah mendemonstrasikan cara membagi pendapatan bulanan ke dalam pos-pos persentase yang ketat:
50% untuk Kebutuhan Primer (Dharuriyat): Makan, listrik, sekolah. Pos ini haram diganggu gugat.
30% untuk Keinginan (Hajjiyat): Hiburan, kuota internet, jajan.
20% untuk Tabungan & Investasi Akhirat: Dana darurat, sedekah, dan wakaf.
“Metode amplop ini memaksa kita disiplin. Jika uang di amplop ‘Jajan’ habis, maka kita harus puasa jajan sampai bulan depan. Jangan mengambil jatah dari amplop ‘Listrik’. Kunci dari metode ini adalah kejujuran pada diri sendiri,” jelas Saskiah.
Penjelasan teknis ini sangat diminati oleh ibu-ibu yang memegang kendali keuangan rumah tangga.
Evaluasi Digital: Serunya Kuis Kahoot dan Hujan Hadiah
Berbeda dengan penyuluhan konvensional, tim PkM HES IAI AL-AZIS menghadirkan evaluasi materi berbasis teknologi. Sesi tanya jawab tidak hanya dilakukan secara lisan, tetapi juga menggunakan platform kuis interaktif Kahoot!. Layar proyektor menampilkan pertanyaan-pertanyaan seputar materi, seperti definisi Qawaman, persentase metode amplop, hingga hukum Aqiqah. Suasana berubah riuh dan kompetitif dalam arti positif. Peserta yang mayoritas orang tua ternyata sangat antusias melihat nama mereka naik-turun di papan skor digital.
“Ini pengalaman baru bagi kami. Belajar agama dan ekonomi tapi rasanya seperti sedang bermain cerdas cermat di televisi,” ujar salah satu peserta dengan wajah sumringah.
Sebagai bentuk apresiasi, tim PkM menyediakan puluhan doorprize dan hadiah menarik bagi peserta yang aktif bertanya serta para pemenang kuis dengan skor tertinggi. Sesi pembagian hadiah ini menjadi puncak kegembiraan malam itu, mempererat ikatan emosional antara civitas akademika IAI AL-AZIS dengan warga P-GRI.

Komitmen Berkelanjutan
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Kolaborasi ini membuktikan bahwa HES IAI AL-AZIS berhasil menerjemahkan bahasa langit (teori hukum Islam) menjadi bahasa bumi (solusi praktis kehidupan). Melalui sinergi dosen dan mahasiswa ini, diharapkan warga Situraja tidak hanya pulang membawa bingkisan aqiqah, tetapi juga membawa pulang mindset baru: bahwa kekayaan sejati bukanlah seberapa banyak harta yang dikumpulkan, melainkan seberapa berkah harta yang dikelola dengan ilmu dan takwa. (Selesai)
Penulis : Nalia Puteri Mandini (Mahasiswa Prodi HES IAI AL-AZIS)
Editor : Red/Ali Aminulloh
—–
![]()
