Pramuka Indramayu Masih Diminati, Kwarcab Soroti Kualitas Pembina yang Harus Terus Ditingkatkan
INDRAMAYU-JAYA-NEWS.COM – Perkembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Indramayu dinilai masih menunjukkan geliat positif. Minat peserta didik dari tingkat SD, SMP hingga SMA untuk mengikuti kegiatan kepramukaan masih cukup tinggi.
Hal itu disampaikan Abdul Jamil, pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Indramayu bidang Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab), saat ditemui awak media di Indramayu, Rabu (04/11/2026).
Menurut Abdul Jamil, perhatian pemerintah daerah terhadap Pramuka di Indramayu cukup baik. Berbagai kegiatan kepramukaan rutin digelar, baik di tingkat gugus depan maupun di tingkat cabang.
“Perhatian dari pemerintah daerah cukup baik. Kegiatan-kegiatan rutin terus diikuti, bahkan kemarin itu peminatnya banyak sekali,” ujar Abdul Jamil.
Ia mencontohkan, dalam sebuah kegiatan yang digelar pada sore hari, jumlah peserta yang mendaftar melebihi kuota yang ditargetkan. Dari yang seharusnya mengirimkan jumlah tertentu, justru bisa mengirimkan hingga enam kontingen.
Latihan Rutin Seminggu Sekali
Abdul Jamil menjelaskan, kegiatan Pramuka di tingkat SD, SMP, dan SMA di Indramayu masih rutin dilaksanakan.
Di tingkat gugus depan, peserta didik rutin berlatih seminggu sekali. Latihan tersebut menjadi sarana pembinaan karakter, kedisiplinan, dan keterampilan.
“Mereka rutin latihan seminggu sekali. Mulai dari Siaga, Penggalang, hingga Penegak. Pembinaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas peserta didik, dari mulai Pramuka biasa sampai Pramuka Garuda,” jelasnya.
Pembina Harus Ikut Kursus Mahir
Namun di balik tingginya minat peserta, Abdul Jamil mengaku prihatin dengan kondisi pembina di lapangan.
Masih banyak pembina yang mengandalkan pembantu pembina dalam membina, karena merasa pembinanya sendiri belum meningkatkan kemampuannya.
“Yang saya lihat prihatin sekali, kadang-kadang mengandalkan pembantu. Karena apa? Karena merasa pembinanya sendiri tidak meningkatkan dirinya. Padahal pembina itu harus terus belajar,” tegasnya.
Ia menegaskan, setiap pembina wajib mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) maupun Mahir Tingkat Lanjutan (KML). Dalam kursus tersebut, pembina dibekali rambu-rambu bagaimana membina Siaga, Penggalang, dan Penegak yang materinya berbeda-beda.
“Mereka memiliki rambu-rambu untuk meminimalisir kesalahan dalam membina. Bagaimana membina Siaga, bagaimana membina Penggalang, itu materinya berbeda. Pastinya harus melalui kursus,” kata Abdul Jamil.
Pramuka Wajib, Tapi Keanggotaan Sukarela
Abdul Jamil juga meluruskan soal status Pramuka di sekolah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan Permendikbud, Pramuka merupakan ekstrakurikuler wajib di sekolah.
Namun, yang wajib adalah ekstrakurikulernya, sedangkan keanggotaan Pramuka itu sendiri bersifat sukarela. Yang lain bersifat pilihan.
“Diwajibkan karena memang ekstrakurikulernya itu wajib. Walaupun di dalam Undang-Undang Kepramukaan Nomor 12, itu sukarela. Yang wajib hanya Pramuka ekstrakurikulernya, yang lain pilihan,” jelasnya.
Harapan Kwarcab: Pemerataan Pembina
Ke depan, Kwarcab Indramayu berharap ada pemerataan kualitas pembina di seluruh wilayah. Jangan sampai ada gugus depan yang pembinanya sudah mahir, sementara gugus depan lain masih tertinggal.
“Harapan kami dari pihak cabang, kerjanya bisa berpendidikan dan yang khusus meningkatkan para pembina. Diharapkan ini kalau bisa baik Mahir Dasar maupun Mahir Lanjutan. Dari pihak kwartir itu mengharapkan hanya pemerataan lah, ada yang tidak jomplang bagaimana membina, baik Siaga, Penggalang, maupun Penegak,” pungkas Abdul Jamil.
Wartawan : Wari
Editor : Nuryaji
—–
![]()
