Menguak Misteri Taman Purbakala Cipari Kuningan, Jejak Peradaban 3500 Tahun di Kaki Gunung Ciremai

KUNINGAN-JAYA-NEWS.COM – Di balik keindahan alam Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tersimpan rahasia peradaban manusia yang berusia ribuan tahun. Namanya Taman Purbakala Cipari, situs batu purba yang menjadi bukti bahwa Kuningan sudah dihuni sejak 3500 tahun lalu.

Terletak di Kampung Cipari, Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, situs seluas 7.000 meter persegi ini berada di ketinggian 661 mdpl tepat di kaki Gunung Ciremai, hanya 4 kilometer dari pusat Kota Kuningan.

Ditemukan Tak Sengaja di Kebun Singkong

Kisah penemuan situs ini begitu unik. Tahun 1971, seorang petani bernama Wijaya sedang mengolah kebun singkongnya. Cangkulnya membentur lempengan batu pipih besar yang tidak wajar. Temuan itu ia laporkan ke sesepuh adat Pangeran Djatikusumah, yang kemudian diteruskan ke Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional di Jakarta.

Setahun kemudian, tahun 1972, tim arkeolog datang. Penggalian besar dipimpin arkeolog Teguh Asmar dilakukan dari tahun 1972 hingga 1975. Hasilnya mengejutkan dunia arkeologi Indonesia. Di bawah tanah ditemukan susunan batu yang membentuk peti kubur batu lengkap dengan bekal kuburnya.

Pada tahun 1976, pemerintah membangun museum oval memanjang dengan atap ijuk berbentuk perahu terbalik. Pada 23 Februari 1978, museum ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Syarif Thayeb dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional yang dilindungi UU No. 11 Tahun 2010.

Dihuni Dua Zaman

Berdasarkan penelitian litologi dan stratigrafi, Situs Cipari pernah dihuni dua kali. Pertama pada akhir Zaman Neolitik atau batu baru, ketika manusia sudah mengenal bercocok tanam. Kedua pada awal Zaman Perundagian sekitar 1000 hingga 500 Sebelum Masehi, ketika manusia mulai mengenal perunggu.

Masyarakat pendukung kebudayaan Cipari menganut kepercayaan megalitik. Mereka percaya arwah nenek moyang masih menjaga yang hidup, maka mereka mendirikan monumen batu sebagai pusat pemujaan.

Apa Saja yang Ada di Sana?

1. Peti Kubur Batu: Bintang utama situs. Berukuran 16 x 56 x 59 cm lengkap dengan tutupnya. Di dalamnya ditemukan fragmen periuk, kendi, manik-manik, dan sisa tulang hewan. Tidak ditemukan tulang manusia utuh karena tanah di Cipari sangat asam.

2. Menhir: Batu tegak kasar setinggi 2,5 meter sebagai medium penghormatan terhadap arwah nenek moyang.

3. Dolmen dan Punden Berundak: Altar batu atau meja batu yang berfungsi sebagai makam tokoh yang dihormati.

4. Batu Temu Gelang: Lingkaran batu yang dipercaya sebagai tempat musyawarah dan upacara berhubungan dengan arwah leluhur.

5. Koleksi Museum: Di dalam vitrin kaca tersimpan 49 kapak batu kalsedon, 10 gelang batu, 9 kapak perunggu, 1 gelang perunggu, manik-manik, dan gerabah-gerabah cantik.


Tim Redaksi
—–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!