Kapolri Suyudi dan Mimbar Khotbah Jumat, Spiritualitas Menuntun Integritas

Oleh : Adlan Daie
(Sekretaris Umum MUI Kab Indramayu)

Indramayu, 12 Oktober 2026

Berdiri di atas mimbar Jumat 9 Oktober 2026 di masjid Al Ikhlash, di kompleks Mabes Polri, tampil menjadi Khotib Jumat mungkin bukan hal terlalu istimewa bagi Kapolri Jenderal polisi Suyudi Ario Seto tetapi publik tak terbendung memberinya apresiasi

Yang istimewa dari sudut pandang penulis justru karena pangkat dan jabatan di pundaknya sebagai Kapolri yang baru dilantik makin menguatkan kesadaran spiritualitas menuntun integritas kepemimpinannya di institusi besar Korp Bhayangkara, Kepolisian Republik Indonesia.

Di atas mimbar Jum at beliau mengingatkan bahwa “pangkat dan jabatan itu amanah” ujarnya,
mengingatkan penulis pada kitab “Nahjul Balaghah”, kitab kumpulan khotbah dan surat surat (politik) yang dinisbatkan kepada Khalifah Sayyidina Ali bin Abi Thalib,

Dalam salah satu suratnya yang dikirim kepada Malik Al Asytar, Gubernur Mesir saat itu, Ali bin Abi Thalib menulis surat begini :

“Rakyat itu terbagi dua. Rakyat sebagai saudara seiman dan rakyat sebagai saudara sesama manusia dalam penciptaan. Kalian harus berlaku adil bagi semuanya. Jadilah pemimpin pelindung bagi rakyat seluruhnya”, tulis Ali bin Abi Thalib

Dalam surat yang lain dalam kitab di atas Ali Bin Abi Tholib menulis pesan dalam teks asli bahasa arab berbunyi begini :

“Wala takunanna inni mu’ammarotun fa utha’a”, janganlah kalian karena dipilih menjadi pejabat dengan cara yang sah sekalipun – lalu memaksa rakyat untuk taat 100% kepada kalian tanpa reserve, tanpa kritik” – tulisnya.

Dua kutipan dari surat Ali bin Abi Tholib di atas dalam tafsir penulis “relate” dengan yang dimaksud dalam khotbah Kapolri bahwa “pangkat dan jabatan adalah amanah”. Tekanan diksi “amanah” melampaui sekedar pertanggungjawaban administratif, lebih dari itu, pertanggung jawaban “moral ilahiyah”.

Kata “iman”, amanah” dan “aman” adalah tiga kata lahir dari akar kata yang sama. Seseorang yang “beriman” dengan benar, out put nya pasti “amanah” atas jabatannya. Jika “iman” dan “amanah” mendirive profesionalisme jabatannya akan tercipta rasa “aman” di tengah masyarakat.

Khotbah Jumat Jenderal polisi Suyudi di atas menjadi penting sebagai pembuka era kepemimpinannya bahwa “spiritualitas” (iman) akan menuntun keteguhan “integritas” (amanah) bagi terciptanya rasa “aman”, tugas utama jajaran kepolisian.

Kapolri jenderal polisi Suyudi Ario Seto, tak banyak penulis ketahui kecuali beliau putera asli Pandeglang Banten, lahir dan bertumbuh dalam tuntunan kearifan lokal dan keteladanan ekosistem sosial yang begitu ketat dipagari norma kultural dan agama sangat ketat khas Pandeglang.

Beliau adalah profile seorang perwira tinggi polisi profesional, merangkak dan mendaki dari bawah, karier profesionalnya tidak kontroversial, teguh dalam adab dan etika, “lulus uji” integritas ketika memimpin BNN, sebuah lembaga dengan “daya godaan” tinggi.

Bahkan beliau jauh dari blok faksi faksi tarikan afiliasi politik – sesuatu yang bukan perkara sederhana dan gampang ketika politik menerobos institusi kepolisian hingga muncul istilah “partai coklat” di ruang publik.

Perjalanan kariernya bertumpu pada kemampuan menggerakkan kewenangan dan pengaruh yang dimilikinya diletakkan dalam konteks landasan etis, kekuatan kearifan dan keteguhan personalitynya.

Karena itu, kehadirannya sebagai Kapolri mari kita beri dukungan bukan dengan cara “puja puji” secara overload tetapi tidak perlu pula terburu buru menghakimi hanya karena framing tendensius media sosial.

Jauh lebih penting memberikan dukungan dalam bentuk apa yang disebut para pakar ilmu ilmu sosial dengan istilah “meaningfull participation”, partisipasi secara bermakna.

Itulah makna tagline baru polri “Polisi bersama masyarakat”. Itulah makna dari khotbah Jenderal polisi Suyudi bahwa jabatan adalah amanah. Jabatan berdurasi pendek tapi “legacy” melampaui jaman, mewariskan jejak di hati masyarakat.

Selamat bertugas Jenderal.

Wassalam
—-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!