INDRAMAYU-JAYA-NEWS.COM – Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI Kabupaten Indramayu menggelar Workshop dengan tema “Meneguhkan Fitrah, Memaksimalkan Kiprah” di Islamic Center Indramayu, Sabtu 3 Oktober 2026.
Dalam paparan materinya, Ajeng Ayu Lestari menyoroti fenomena keluarga di era digital saat ini. Ia menggambarkan kondisi “Satu Rumah, Satu Ruangan, Empat Layar, Empat Dunia”.
“Kita bisa hadir secara fisik, tetapi absen secara emosional. Wifi boleh kuat, hubungan keluarga jangan melemah,” ujarnya.
Ia menegaskan, “Dulu kita menjaga pintu rumah. Sekarang kita juga harus menjaga pintu digital.”
Menurutnya, tantangan era digital itu nyata, dekat dan beragam. Diantaranya adalah Media Sosial, Game & Layar, Cyberbullying, Hoaks, Judi Online & Pinjol, AI & Deepfake, Penipuan, serta FOMO & Flexing.
“Teknologi bukan musuh. Yang kita butuhkan adalah keluarga yang cakap digital dan kuat secara nilai. Tujuannya bukan menjauhkan keluarga dari teknologi, tetapi membantu keluarga menguasai teknologi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan tentang konsep ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga bukan berarti keluarga tanpa masalah, tetapi keluarga yang tetap punya arah ketika masalah datang.
Ketahanan keluarga meliputi 5 hal: Bertahan, Beradaptasi, Berkomunikasi, Menyelesaikan, dan Bangkit.
“Keluarga kuat bukan keluarga sempurna. Keluarga kuat adalah keluarga yang tidak kehilangan arah,” pungkasnya.
Fondasi keluarga yang ditekankan MUI adalah Sakinah, Mawaddah, Warahmah.
Workshop ini diikuti perwakilan organisasi perempuan, majelis taklim, dan remaja masjid se-Kabupaten Indramayu.
Penulis : Absal
Editor : Nuryaji
——-
![]()
