TANGAN BERGERAK, PERUT KENYANG : FILOSOFI PANEN PERTAMA DI GILING GELOME

Tangan Bergerak, Perut Kenyang: Filosofi Panen Pertama di Giling Gelome


Oleh : Bawi N Kogoya

Di lereng pegunungan Papua, tepatnya di Distrik Giling Gelome, Kabupaten Lanny Jaya, ada pelajaran hidup yang tidak tertulis di buku sekolah, melainkan dipraktikkan setiap hari. Dua anak kecil tampak duduk di samping api unggun, mengawasi jagung-jagung hasil panen pertama dari kebun baru mereka yang perlahan matang oleh bara api.

Bagi mereka, membakar jagung bukan sekadar cara memasak. Ini adalah perayaan atas kerja keras membuka lahan. Pesan leluhur mereka sederhana namun tegas: “Kalau tangan tidak bergerak, tidak dapat makan.” Kalimat ini mengajarkan bahwa ketahanan pangan dimulai dari keringat sendiri. Asap tipis yang mengepul dari kayu bakar membawa aroma jagung panggang dan semangat kemandirian yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Papua Pegunungan. Di sini, alam dan manusia saling merawat, dan nilai-nilai itu diturunkan melalui ritual sederhana seperti ini.**


Papua, 28 September 2026
——

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!