MAHASISWA PMM UNEJ UBAH LIMBAH BIOGAS DAN GULA CETAK JADI PRODUK BERNILAI EKONOMI DI DESA LOJEJER
JEMBER, Jaya News.Com– Tim Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Jember menyelenggarakan sosialisasi dan pendampingan terpadu di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Jumat, 24 Juli 2026.
Kegiatan bertajuk “Pemanfaatan Bio-Slurry Biogas sebagai Pupuk Organik, Biopestisida, dan Media Budidaya Cacing untuk Menekan Serangan Kumbang Badak Kelapa di Desa Lojejer” ini diikuti 30 peserta dari kalangan petani dan pengrajin gula merah. Bertindak sebagai Ketua Pengabdi Ir. Giyarto, M.Sc.
Desa Lojejer memiliki potensi ganda di sektor peternakan sapi dan industri gula merah. Instalasi biogas milik mitra Pak Sunarko sudah ada sejak program dosen sebelumnya, namun limbah sampingan berupa slurry cair dan padat belum dimanfaatkan optimal.
Di sisi lain, pengrajin gula masih menjual gula cetak konvensional dengan nilai jual rendah. Padahal gula semut memiliki daya simpan lebih lama dan nilai ekonomi lebih tinggi.
“Karena itu kami hadirkan 4 program kerja untuk mengubah limbah jadi berkah,” ujar Ir. Giyarto, M.Sc, kepada Jayanews.com, Minggu 2 Agustus 2026.
Kegiatan diawali pre-test, sambutan perangkat desa, lalu pemaparan 3 materi utama:
1. Pengolahan slurry cair menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan biopestisida berbasis limbah daun tembakau.
2. Pemanfaatan slurry padat sebagai media budidaya cacing.
3. Diversifikasi gula merah menjadi gula semut bernilai tambah.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dan ditutup post-test. Turut hadir Kelompok Tani Karya Tani 1 sebagai mitra kerja sama. Kegiatan ini didanai BIMA Kemendiktisaintek.
Hasil dan Dampak
Sosialisasi berhasil meningkatkan pengetahuan peserta. Masyarakat kini memahami potensi limbah biogas dan gula semut. Tumbuh juga minat untuk membudidayakan cacing sebagai usaha sampingan yang tidak butuh lahan luas.
Penggunaan POC dan biopestisida diharapkan menekan ketergantungan pada pupuk kimia sehingga biaya produksi turun.
“Kegiatan ini menambah wawasan kami. Selama ini limbah ternak dianggap mengganggu, padahal bisa diolah jadi pupuk bahkan lahan budidaya cacing. Kami tertarik menerapkannya,” ujar Sunarko, perwakilan pengrajin gula Desa Lojejer.
“Kami sadar pupuk kimia berdampak pada tanah. Kami tertarik pupuk organik, tapi karena sistem sewa lahan petani butuh hasil cepat. Semoga ke depan bisa dicoba bertahap,” ujar Sueko, Ketua Poktan.

Rencana Tindak Lanjut
Tim PMM akan melakukan pendampingan praktik pembuatan POC, biopestisida, budidaya cacing, dan gula semut dengan alat teknologi tepat guna. Monitoring dan pembenahan manajemen kelompok juga akan dilakukan agar Desa Lojejer bisa menjadi desa percontohan ekonomi sirkular.
Program ini membuktikan inovasi berbasis potensi lokal mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Desa Lojejer.**
Nur Fateah
—–
![]()
