*H. TAUFIQ HIDAYAT PLT KETUA PARTAI GOLKAR INDRAMAYU, PILIHAN MERITOKRATIS DAN CREDENSIAL POLITIK*
Oleh : Adlan Daie
Analis politik, Sekretaris Umum MUI Kab Indramayu
Indramayu, 18 Juli 2026
Penunjukan H. Taufiq Hidayat sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Partai Golkar Kab Indramayu bukan saja tepat secara meritokratis tapi sekaligus “Credensial” secara politik – pasca H Daniel Muttaqin, tokoh “epincentrum” Partai Golkar Indramayu naik memimpin Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.
Disebut tepat secara meritokratis dan Credensial secara politik, yakni lebih dari sekedar layak untuk memangku jabatan PLT ketua partai Golkar indramayu dapat dibaca dari rekam jejak H. Taufiq Hidayat dan pemahamannya tentang suasana kebatinan serta ekosistem partai Golkar Indramayu.
Pertama, H. Taufiq Hidayat aktif dalam “infrastruktur” politik partai Golkar merangkak dan naik mendaki dari bawah, mulai memimpin partai Golkar di level kecamatan, yakni menjadi ketua PK partai Golkar kecamatan Lohbener hingga menjadi bagian penting dari lingkaran elite DPD partai Golkar Indramayu.
Kedua, bersamaan dengan aktivitasnya dalam “infrastruktur politik” partai Golkar di atas, H. Taufiq Hidayat juga “existing”, sedang menjabat dalam “suprastruktur” politik pemerintahan sebagai representasi politik partai Golkar indramayu mulai dari menjadi anggota DPRD hingga ketua DPRD kab Indramayu
Pengalamannya dalam “suprastruktur” politik bertambah lengkap ketika ia dipercaya mengisi “slot” posisi wakil bupati dan selanjutnya menjadi bupati Indramayu meskipun dalam waktu relatif singkat – dan kini menjabat anggota DPRD provinsi Jawa Barat dari representasi partai Golkar Indramayu.
Dua variabel di atas itulah, yakni rekam jejak dalam “infrastruktur” politik dan “suprastruktur” pemerintahan daerah yang meletakkan H. Taufiq Hidayat dalam posisi “Credensial”, lebih dari sekedar layak mendapat mandat menjadi PLT ketua partai Golkar Indramayu.
Bahkan, lebih dari itu, ia bukan saja kapabel sebagai PLT partai Golkar Indramayu untuk mengantarkan amanat pelaksanaan MUSDA partai Golkar Indramayu secara demokratis dan kondusif tetapi sekaligus layak dipilih menjadi ketua partai Golkar Indramayu secara definitif dan legitimated.
Tentu proses proses politiknya tergantung mekanisme absah dalam MUSDA partai Golkar tetapi yang hendak digarisbawahi dalam tulisan ini adalah bahwa partai Golkar berwatak “kekaryaan”, yang oleh Prof Willeim Lidlle, Guru Besar Ohio University disebut berwatak “realisme pragmatis”.
“Realisme pragmatis” adalah watak politik di mana partai Golkar adaptif mempertemukan aspirasi publik dalam relasi kuasa politik, maka penting bagi pemimpin partai Golkar memiliki pengalaman “meaningfull” dalam dua variabel di atas, yakni infrastruktur politik sekaligus suprastruktur kuasa politik.
Konstruksi di atas untuk menjelaskan bahwa target partai Golkar Indramayu bukan sekedar menjadi pemenang pemilu 2029 secara “minimalis” tapi memproyeksikan diri mengambil peluang kuasa politik dalam pilkada tahun 20230.
Partai Golkar Indramayu memiliki prasyarat, keunggulan variabel variabel politik dan modal sosial memadai untuk membangun peta jalan mencapai target dua ajang kontestasi politik di atas.
Infrastruktur sosial, skill politik, kepiawaian memainkan isu isu secara taktis, kemampuan orkestrasi politik, daya tumpu sumber logistik dan kemapanan ekosistem politik adalah variabel variabel kekuatan partai Golkar di atas rata rata partai partai lain di Indramayu.
Dalam keunggulan keunggulan variabel tersebut tentu Partai Golkar Indramayu dalam dinamika kontestasi elektoral pemilu 2029 harus memiliki apa yang disebut Jefry Wonters dengan istilah “deferensiasi politik”, sebuah tampilan politik “pembeda” dari partai partai lain.
Ini penting terutama karena partai Gerindra dan Partai Nasdem, dua partai bukan saja “turunan partai Golkar” yang memiliki kedekatan “irisan elektoral” tetapi keduanya juga memiliki kuasa politik di level pusat (Gerindra) dan di level Indramayu (Nasdem) sebagai mesin instrument politik elektoral.
Di sinilah, sekali lagi, pentingnya kepemimpinan partai Golkar Indramayu memiliki pengalaman dalam dua variabel infra struktur dan suprta struktur di atas. H. Taufiq Hidayat salah satu dari “stok” kader partai Golkar yang memenuhi prasyarat tersebut untuk menjaga ritme partai Golkar dalam dinamika kontestasi politik 2029 & 2030.
Di atas segalanya, penulis tentu tak lupa mengucapkan selamat atas penunjukan H. Taufiq Hidayat sebagai PLT ketua partai Golkar Indramayu. Semoga menjadi jalan maslahat untuk umat dan rakyat (Indramayu).**
Wassalam.
———
![]()
