*Hewan Kurban Simbolik Dari Kebersamaan Dalam Menghadapi Tekanan Ekonomi Yang Makin Berat*
Oleh : Jacob Ereste
Kegaduhan tentang hewan kurban dalam rangka Perayaan Hari Raya Audhul Adha 2447 Hijriyah dari Presiden Prabowo Subianto berupa 1.098 ekor sapi yang dibagikan kepada masyarakat yang diakui menggunakan dana dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sekitar Rp 100 milyar sah secara hukum maupun syariah, kata Ketua Komisi III DPR RI Habiburochman, pada 28 Mei 2026 di Parlemen, Jakarta. Karena bantuan untuk masyarakat diatur dalam Pasal 3 ayat 1 UU No. 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara dilakukan secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Artinya bolehlah dikata klir, tidak lagi perlu dipersoalkan. Apalagi dari pihak MUI (Majelis Ulama Indonesia) telah menyatakan juga bahwa penggunaan APBN untuk pengadaan hewan kurban tidak bertentangan dengan syariat Islam. Seperti yang disampaikan Ketu MUI Bidang Fatwa, Prof. Kyai Haji Asrorun Niam Soleh, bahwa pembelian hewan kurban Presiden melalui APBN sah secara Syar’i, karena diperuntukkan bagi kemaslahatan masyarakat luas.
Sehingga dalam penyelidikan Atlantika Institut Nusantara jumlah hewan korban pada perayaan Hari Raya Idhul Adha tahun 1447 Hijriyah atau 27 Mei 2026 bisa mencapai jutaan ekor yang terdiri dari sapi, kambing dan domba serta mungkin juga ada juga kerbau yang disembelih di Indonesia pada hari yang sama, seusai sholat Idhul Adha.
Dari Kapolri, Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo telah menyerahkan 8 380 hewan kurban untuk masyarakat di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Hewan kurban itu terdiri dari 5.970 ekor sapi dan 2.410 ekor kambing. Belum lagi dari masing-masing Kapolda dan Polres di berbagai wilayah yang ikut menyalurkan hewan kurban sumbangan sukarela internal personil kepolisian setempat.
Mabes TNI telah melakukan penyembelihan 20 ekor sapi kurban. Kemenhan sendiri menyalurkan 8 ekor sapi dan 18 ekor kambing. Kodam XIII/ Merdeka Sulawesi Utara menyembelih 15 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Kodiklat Surabaya menyembelih 55 hewan kurban untuk TNI Angkatan Laut. Sedangkan Kodam XIV/ Hasanuddin menyembelih 154 ekor sapi. Kodim 0826/Pamekasan menyembelih 10 ekor sapi dan 17 ekor kambing.
Provinsi DKI Jakarta tercatat menyalurkan bantuan sebanyak 210 sapi dan 10 ekor kambing. Gubernur Sulawesi Utara menyalurkan 46 ekor hewan untuk 15 Kabupaten dan Kotamadya. Sulawesi Tengah menyerahkan 127 ekor hewan untuk kurban perayaan hari Raya Idhul Adha. Dari Pemerintah Kalimantan Utara sebanyak 59 ekor sapi untuk dibagi ke berbagai daerah.
Dari Bupati Kaimana menyerahkan 33 ekor sapi kurban. Kabupaten Bogor memberi 108nekor sapi dan 1 ekor kerbau. Pemerintah Penukal Abab Lematang Ilir memberi 1 ekor sapi secara simbolis untuk insan pers setempat. Jadi memang sungguh menarik, hasrat untuk menyembelih hewan kurban pada perayaan Hati Raya Idhul Adha diminati juga oleh masyarakat Unkhair, Ternate Selatan memotong 5 ekor sapi untuk masyarakat sekitar Kampus Gambesi, mahasiswa, anak yatim piatu, dan panti asuhan yang ada di Ternate Selatan. Lain ceritanya jika dari kalangan Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalam membagi 78 hewan kurban — 25 sapi dan 53 kambing — sebagai bagian dari kegiatan rutin tahunan yang sudah berlangsung terus menerus, sebagai bagian dari tradisi dari masyarakat pesantren.
Berbeda misalnya kesan yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Maluku Utara yang menyembelih 10 hewan kurban. Belum lagi dari sejumlah perusahaan swasta, perseorangan serta sekumpulan keluarga yang melakukan pemotongan hewan kurban secara bersamaan untuk dibagikan kepada warga masyarakat sekitar.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), wilayah yang memotong hewan kurban terbanyak adalah Jawa Timur lebih dari 377.000 ekor sapi. Jawa Tengah dan Jawa Barat. Hingga untuk penyembelihan hewan kurban terbanyak di Indonesia kembali diungguli oleh Masjid Jogokaryan di Yogyakarta dan Masjid Al Jihad, Banjarmasin. Sedangkan Masjid kenegaraan Istiqlal, Jakarta hanya sekitar 50 ekor sapi dan puluhan ekor kambing saja. Dan Masjid Besar At Taqwa, Blambangan Umpu menyembelih 5 ekor sapi dan 7 ekor kambing.
Agak tidaklah berlebih bila jutaan jumlah hewan kurban telah dipotong pada puncak acara perayaan hari raya Idhul Adha untuk disantap secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia yang berkenan menerima dan menikmatinya sebagai ekspresi kebersamaan dan persatuan bagi seluruh bangsa Indonesia. Meski dalam kondisi himpitan ekonomi yang berat.****
Banten, 28 Mei 2026
———
![]()
