“Kemana Pemdes,Pemda dan APH?”
Oleh : H. Dudung Badrun, S.H.,M.H.
(Advokat & Ketum Pesedena)
Dipertanyakan eksistensi Pemdes,Pemda dan APH atas hilangnya ruh Islam dan adat istiadat luhur desa. Fenomena perobahan karakter agamis Islam dan adat guyub di Desa Segeran dan Segeran Kidul Juntinyuat, berdasarkan fakta-fakta sebagai berikut :
1.Di blok Gondang Desa ;
A.Pencurian terhadap :
1.H.Mut,kerugian perhiasan emas( korban lansia tinggal sendirian)
2.Misriyah bt Salim, lansia hidup sendirian,perhiasan emas,dilakukan siang hari dilakukan oleh dua orang dengan modus petugas memperbaiki kompor gas,
3.H.Sukaerah binti H.Irsyad Lansia,korban penjambretan kalung,dilakukan siang hari oleh dua orang remaja di depan rumahnya dengan modus menanyakan nama seseorang setelah terjadi komunikasi dari jarak dekat terus melakukan penjambretan,
4.Warung Upi,motor di halaman hilang,
5.Di Jabakulon,Korban Surnata dan Dudung Badrun berupa pencurian terhadap pisang dan jeruk.
B.Nikah genja yaitu baru nikah dua bulan terus melahirkan bayi yang seperti usia 9 bulan,terjadi :
1.Tetangga M bin TI,tetangganya siswi SMK sebuah perguruan swasta kelas 13 baru naik kelas 14,
2.Tetangga S,remaja agak kurang pertumbuhan psikis,juga baru dua berlangsung pernikahan melahirkan bayi yang seperti normal berusia 9 bulan .
C.Penjualan Tajug ( Tempat ibadah/musholla) terjadi di Desa Segeran
1.Di blok Klampok,dilakukan oleh A anak dari Bi berinisial K.Pembelinya Z seorang pengusaha entertainment.
2 Di blok Barongan,baru menawarkan kepada Z tetapi dicegah oleh yang merasa paling berhak atas tanah tajuk (musholla ),perkara sampai di desa Segeran Kidul.**
Indramayu, 16 Mei 2026
——
![]()
