Dunia Mengutuk Bom Termobarik dan Termal Yang Digunakan Israel
Penulis : Prof. Sutan Nasomal
Presiden Prabowo Subianto diharapkan siagakan pasukan elit NKRI menjaga segala kemungkinan yang akan terjadi dibalik situasi perang yang berkecamuk diluar negeri saat ini. Kita tidak hanya menggunakan peralatan bambu runcing saja tapi peralatan tercanggih juga harus kita persiapkan.
Kejahatan yang luar biasa yang tidak bisa di abaikan, karena kejahatan Israel menggunakan Bom pemusnah masal.Dan Dunia Mengutuk Israel yang menggunakan Senjata Termobarik dan Bom Termal, mengakibatkan Suhu panas mencapai 3500 derajat celcius sehingga siapapun tubuh manusia menguap tak bisa ditemukan sepotongpun.
Hal ini membuat seluruh para aktivis kemanusiaan mendorong ditegakkannya hak asasi manusia dan ditegakkan perdamaian Dunia. Merasa sangat sakit hati dan sedih luar biasa akibat Bom yang mampu memanaskan suhu mencapai 3500 derajat celcius, di umbar ke rakyat Palestina.
Situasi semakin mencekam karena masih ada serangan dari israel ke rakyat Palestina ketika sedang di upayakan perundingan agar tidak terjadi Perang Nuklir yang bisa melibatkan semua negara yang menyimpannya.
Sudah bisa di duga Israel tidak mau dihentikan perang dan perdamaian melalui perundingan.
Seluruh para pemimpin Dunia dan Pemimpin Indonesia Presiden RI Jendral Haji Prabowo Subianto, untuk tegas agar melakukan perlawanan secara nyata akibat Israel bebas menggunakan Bom Termobarik dan Bom Termal membantai anak anak dan rakyat Palestina. Ini kejahatan yang tidak bisa di maafkan.
Berita tersebut meluas ke seluruh negara.
Israel dilaporkan telah menggunakan senjata termobarik dan termal yang membuat 2.842 warga Gaza tewas “tanpa jasad”. Dilansir dari The Times of India, Senin (16/2/2026), temuan ini terungkap dalam sebuah laporan investigasi yang dipublikasikan Al Jazeera.Laporan bertajuk The Rest of the Story, yang disiarkan pada Senin (9/2/2026).**
Indonesia, 19 Februari 2026
Keterangan :
Prof Dr Sutan Nasomal SE,SH,MH
Guru Besar Ilmu Hukum International dan pemerhati hak asasi manusia
——
![]()
