PENGABDIAN MASYARAKAT IAI AL-AZIS : EDUKASI KESEHATAN DARI LOKAL SAMPAI INTERNASIONAL
Oleh Dewi Utami, M.Pd.& Dr.Ali Aminuloh (Dosen IAI Al-Azis)
Di bawah terik matahari Desa Sukajati, sebuah perbincangan hangat tengah berlangsung di balai desa. Bukan soal politik atau ekonomi, melainkan tentang masa depan peradaban: Kesehatan Ibu dan Anak. Para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAI Al-Azis, yang tengah mengabdi sejak 15 Januari lalu hingga 14 Februari mendatang, kini menjadi motor penggerak bersama ibu-ibu PKK. Mereka tidak hanya membawa tumpukan kertas laporan, tetapi membawa misi besar: mengedukasi masyarakat bahwa menjaga kesehatan tubuh adalah bentuk nyata ibadah dan rasa syukur kepada Sang Pencipta.Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pos Yandu Manggis Desa Sukajati Haurgeulis Indramayu.
Melanjutkan Estafet “Diplomasi Kesehatan” Amerika-Indonesia
Apa yang terjadi di Sukajati hari ini bukanlah gerakan spontan tanpa dasar. Kepercayaan diri para mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat merupakan buah dari konsistensi IAI Al-Azis dalam menjaga standar kesehatan perempuan di level internasional.
Menengok ke belakang, tepatnya pada November 2025, IAI Al-Azis telah meletakkan fondasi kuat melalui “Women Health Seminar”. Sebuah kolaborasi apik yang diinisiasi oleh Ketua Yayasan LPMI, Drs. William Wairata, M.Th, dengan menggandeng Komunitas UNTO dari Amerika Serikat.
Saatitu, ruang-ruang diskusi Ma’had Al-Zaytun dipenuhi mahasiswi, dosen, guru dan santriwati yang membedah isu kesehatan reproduksi dan tindakan preventif. Kolaborasi lintas benua tersebut berhasil mengawinkan sains medis modern dengan nilai-nilai Ilahi, menciptakan sebuah standar edukasi yang kini “membumi” di tangan mahasiswa KKN.
Tubuh Sebagai Amanah: Wujud Syukur yang Hakiki
Bagi IAI Al-Azis, kesehatan bukanlah sekadar angka statistik dalam laporan medis. Dalam kacamata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mereka usung, kesehatan adalah bagian dari implementasi nilai agama. Pendidikan: Memahami fungsi tubuh. Penelitian: Mencari solusi preventif. Pengabdian: Membagikan ilmu tersebut kepada mereka yang paling membutuhkan—perempuan dan anak-anak di pedesaan.
“Menjaga kesehatan adalah wujud syukur. Jika di tahun lalu kita menggandeng pakar dari Amerika untuk menyerap ilmu, maka hari ini di Sukajati, ilmu itu kita serahkan kembali kepada masyarakat,” ungkap salah satu narasi semangat pengabdian mereka.
Edukasi Kesehatan: Kolaborasi IAI AL-AZIS – Komunitas UNTO Amerika Serikat
Sebagai wujud nyata dari visi menjadi perguruan tinggi riset internasional yang sehat, cerdas dan manusiawi serta merdeka, dosen Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI Al-AZIS) berkegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui agenda edukasi “Women Health Seminar”. Kegiatan ini diselenggarakan secara kolaboratif bersama Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia (LPMI) dan Komunitas Unto dari Amerika Serikat.
Seminar yang berlangsung selama tiga hari, dimulakan 3 hingga 5 November 2025, tidak hanya melibatkan internal kampus, tetapi juga menyasar pelajar perempuan Madrasah Aliyah (MA) Ma’had Al-Zaytun, para guru (ustadzah) pondok pesantren Ma’had Al-Zaytun, hingga tenaga kependidikan. Peserta keseluruhan adalah perempuan. Fokus ini bertujuan untuk memberikan ruang aman dan nyaman dalam membahas isu-isu kesehatan reproduksi dan preventif secara mendalam, yang seringkali membutuhkan pendekatan khusus dan pemahaman yang komprehensif dari sudut pandang medis maupun ajaran Ilahi.
Integrasi Ajaran Ilahi dan Kemanusiaan
Kegiatan ini didasari oleh misi institusi untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan cerdas. Dengan menghadirkan edukasi kesehatan perempuan, melalui kegiatan pengabdian peserta ditingkatkan kepedulian sosial serta wawasan medis atau kesehatan yang relevan mereka di lingkungan pendidikan Islam.
“Ini adalah implementasi dari sistem pendidikan kontemporer di IAI Al-AZIS, di mana pengabdian masyarakat harus menyentuh aspek paling mendasar dari kehidupan, yaitu kesehatan. Ini ditempuh demi menumbuhkan kesadaran kesehatan diri dalam rangka sukses mencetak manusia yang berdaya produktif dan berkualitas,” ujar salah satu perwakilan dosen.
Praktik Toleransi di Tengah Keberagaman
Selain manfaat medis, seminar ini menjadi momentum unik bagi para mahasiswa, pelajar dan guru untuk mempraktikkan budaya toleransi dan perdamaian. Selama tiga hari, para peserta berinteraksi aktif dan berdialog dengan tim dari komunitas Nasrani di bawah naungan LPMI. Pengalaman berinteraksi lintas kepercayaan ini memperkuat posisi IAI Al-AZIS sebagai lembaga pendidikan yang inklusif dan terbuka bagi semua golongan.
Para peserta, terutama dari kalangan guru dan pelajar, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Syaykh Al-Zaytun dan Rektor IAI AL-AZIS atas kesempatan berharga ini. Mereka menilai kegiatan ini memberikan dua manfaat sekaligus: pengetahuan kesehatan yang krusial serta pengalaman nyata dalam merajut kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Tentang IAI Al-AZIS
IAI Al-AZIS adalah lembaga pendidikan tinggi dengan visi besar menjadi Perguruan Tinggi Riset Internasional berbasis Ajaran Ilahi untuk semua. Institusi ini didedikasikan untuk membentuk masyarakat yang sehat, cerdas, dan manusiawi yang merdeka dalam ruh, pikiran, dan ilmu melalui sistem pendidikan kontemporer yang berbasis LSTEAMS (Law, Science, Technology, Art, Mathematics, Spiritual).**
Indramayu, 27 Januari 2026
——-
![]()
