Penyebaran Bahasa Banjar Ke Vietnam,Kamboja,Semenanjung,Pulau Sumatera,Pulau Jawa Dan Bali

PENYEBARAN BAHASA BANJAR KE VIETNAM, KAMBOJA, SEMENANJUNG,PULAU SUMATERA, PULAU JAWA DAN BALI


Oleh : Hamly Hadi, dkk
( Pemerhati Sejarah )


Berdasarkan pemaparan pakar Bahasa dari universitas Mataram yang dulu pernah menjabat sebagai Kepala Badan kebahasaan di Kemendikbud yaitu Prof.Dr.Mahsun yang mengatakan bahwa setiap Proto bahasa di berbagai Rumpun bahasa adalah bahasa yang hanya mengenal tiga huruf vokal yaitu i, u dan a. Dan menurut Adelaar bahasa yang hanya mengenal tiga huruf vokal itu hanya ada di bahasa Banjar Hulu. Jadi Bahasa Banjar adalah Proto Austronesia atau asal muasal bahasa di rumpun bahasa Austronesia.

1.Penyebaran bahasa Banjar ke Vietnam dan Kamboja dibawa oleh kerajaan Champa yang didirikan Rajendra Warman dari kerajaan Tanjung Puri Kalimantan Selatan dengan membawa banyak sekali orang Banjar.

2.Penyebaran bahasa Banjar ke Sumatera Selatan, Bangka Belitung,dan Jambi dibawa oleh kerajaan Sriwijaya yang didirikan oleh Dapunta Hiyang Srijayanasa yang berasal dari Kalimantan Selatan dengan membawa 20.000 orang Banjar.

3.Penyebaran bahasa Banjar ke Sumatera Barat dibawa oleh Kerajaan Dharmasraya dan Pagaruyung yang didirikan oleh keturunan orang Banjar Sriwijaya.

4.Penyebaran Bahasa Banjar ke Malaka, Johor dan Perak dibawa oleh Kerajaan Malaka yang didirikan oleh Prameswara keturunan orang Banjar Sriwijaya.

5.Penyebaran Bahasa Banjar ke Kelantan dan Terengganu dibawa oleh orang orang Banjar dari Champa yang melarikan diri saat Chsmps diserang oleh Khmer.

6.Penyebaran Bahasa Banjar ke Kalimantan Barat dibawa oleh kerajaan Tanjung Pura dan Wijaya pura yang didirikan oleh orang Banjar Sriwijaya.

7.Penyebaran Bahasa Banjar ke Jawa Barat dan Tengah dibawa oleh Kerajaan Galuh Purba.

8.Penyebaran Bahasa Banjar ke Jawa Timur dan Bali dibawa oleh orang Barito Purba yang menjadi Pondasi terbentuknya suku Jawa,Bali dan Sasak kemudian dilanjutkan oleh kerajaan Medang yang berhubungan dengan Sriwijaya melalui perkawinan politik dengan Dewi Tara dari Sriwijaya.

Itulah kenapa prasasti dong yen Chau di Vietnam tahun 350 Masehi menggunakan bahasa Banjar.
Prasasti Prasasti Sriwijaya abad ke 7 menggunakan bahasa Banjar.
Naskah naskah kulit kayu di Gumay Sumsel juga ada yang menggunakan bahasa Banjar.
Naskah Tanjung Tanah di kerajaan Dharmasraya juga menggunakan bahasa Banjar.
Tembo kerinci juga menggunakan bahasa Banjar.
Batu bersurat Terengganu juga menggunakan bahasa Banjar.
Prasasti Laguna Dari kerajaan Medang yang ditemukan di Filipina juga menggunakan bahasa Banjar.**


Banjarmasin, 23 Januari 2026

Keterangan :
Andin Banjar bersama Rafles Semende dan Uli Kozok
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!