Fenomena Zohran Mamdani Sebagai Pemimpin Yang Menjadi Idola Rakyat. Termasuk Untuk Indonesia Juga
Penulis : Jacob Ereste
Wartawan Lepas
Berdasarkan figur Zohran Mamdani sebagai Muslim, bisa saja pendapat umum percaya kemenangannya dalam pemilihan Walikota New York semakin menempatkan posisi Islam menjadi lebih baik dalam pandangan masyarakat dunia, terutama di Amerika Serikat. Tapi juga dapat menandai kemenangan kaum sosialis yang telak di negara kapitalis. Tapi yang pasti dari berbagai informasi yang diperoleh Atlantika Institut Nusantara dia adakah imigran sejak berusia 7 tahun — 1998 — telah menetap di New York sehingga memiliki banyak pengalaman politik langsung dari warga masyarakat.
Dari latar belakang pendidikannya pun sangat memungkinkan dia telah menyerap ruh kehidupan warga New York hingga menyatu dalam dirinya seperti yang diekspresikan dalam proses pemilihan Walikota New York yang bisa dia menangkan secara mutlak dari rivalnya mantan Gubernur New York, Andrew Cuomo yang mengusung isu penegakan hukum dan keamanan, dan menyerang Zohran Mamdani sebagai “sosialis” yang tidak ajan mampu memimpin kota New York.
Sebagai Walikota New York terpilih pada tahun 2025, Zahron Mamdana terbilang relatif masih muda sebagai kelahiran 18 Oktober 1991 dan yabg baru pula beristri dengan mempersunting Rama Duwaji, seorang seniman visual dan aktivis sosial keturunan Suriah-Amerika kelahiran 30 Juni 1997 di Texas. Sebelumnya Rama Duwaji menghabiskan sebagian masa kecilnya di Dubai sebelum kembali ke AS untuk kuliah.
Zahron Mamdani anak dari pasangan Mahnood Mamdani, seorang akademisi, dan ibunya Mira Nair, seorang sutradara film. Zahron Mamdani sendiri memiliki latar Partai Demokrat dan anggita Sosialis Demokrat Amerika
(Democratic Socialists of America) hingga terpilih menjadi Walikota New York yang je-111 dan Walikota Muslim Pertama di negeri penganut kapitalisme yang kuat.
Jadi memang fenomena dari kemenangan Zohran Mamdani menandai gejala perubahan sosial dan politik di Amerika Serikat. Lantaran didukung oleh generasi muda yang lebih progresif dan terbuka. Zahron Mamdani sendiri mengusung program yang progresif untuk membebaskan transportasi umum secara gratis, reformasi keamanan publik, dan upah minimum $30 pe jam (minimal Rp 450 ribu per jam) hingga untuk upah buruh per hari minimal Rp 450 ribu X 8 jam = Rp 3,6 juta per hari, atau minimal Rp 72 juta per bulan.
Terpilihnya Zahron Mamdani sebagai Walikota New York menunjukkan Islamophobia sesungguhnya sudah dipahami adalah sesuatu yang tidak perlu terjadi atau dilakukan oleh siapapun. Sebab Islam yang sejati memahami benar makna dari esensi rahmatan lil alamin yang berlaku bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali.
Demikian juga fenomena dari perlawanan terhadap kapitalisme yang mulai bangkit di pusat peradaban kapitalisme dunia yang tampak sedang mendapat temat yang subur untuk terus tumbuh berkembang di Indonesia sampai hari ini
Yang tak kalah penting, dari fenomena kemenangan Zohran Mamdani sebagai Walikota New York yang juga memiliki Lo atar belakang musisi dan aktivis organisasi mahasiswa seperti Students for Justice in Palestine dan penulis sehingga membentuk karakter politiknya yang progresif dan fokus pada masalah keadilan sosial. Dan latar belakang pekerjaannya pun — sebagai konselor perumahan rakyat yang terancam akan disita, serta giat membantu pemilik rumah berpenghasilan rendah melawan penggusuran dan mendampingi warga masyarakat menghadapi bank yang mengutamakan untuk mm mendapat keuntungan sendiri, selalu mendapat pendampingan darinya.
Begitulah pemimpin sejati yang diidolakan oleh seluruh rakyat. Termasuk di Indonesia yang hingga kini masih dalam impian belaka.
Banten, 8 Januari 2025
——-
![]()
