Etika, Moral dan Akhlak Mulia Sebagai Penakar Kelayakan Bagi Seorang Pemimpin Untuk Rakyat


Etika, Moral dan Akhlak Mulia Sebagai Penakar Kelayakan Bagi Seorang Pemimpin Untuk Rakyat

Penulis : Jacob Ereste
Wartawan Lepas


Jika laku spiritual hanya mungkin berlangsung baik dengan menegakkan etika, moral dan akhlak yang baik dan benar, maka dapat segers dipahami betapa pentingnya etika, moral dan akhlak yang baik dan benar itu untuk mencapai ketinggian puncak spiritual karena harus dibimbing oleh perilaku yang baik dan benar berdasar nilai-nilai moral dan segenap prinsip yang tidak hanya dapat diterima oleh manusia, tapi juga bisa diterima oleh alam serta sang pencipta jagat raya ini.

Sebab dasar utama dari etika adalah kejujuran. Jika berbicara cukup sederhana dan bersahaja sehingga apa yang diucapkan akan sesuai dengan perbuatan maupun kenyataan yang terjadi sebagai konsekuensi dari apa yang dilakukan oleh yang bersangkutan.

Demikian juga dengan etika yang mengsung keadilan, bukan hanya keadilan untuk orang atau pihak lain, terapi juga adil terhadap dirinya sendiri seperti halnya kejujuran yang harus dirasakan oleh diri sendiri. Sehingga dengan begitu, perilaku sopan santun untuk menghormati hak dan perasaan orang lain tetap terjaga dan terpimpin. Namun yang tidak kalah penting dari semua itu adalah tanggung jawab atas segala tindakan maupun perbuatan yang telah dilakukan atas pilihan dan keputusan dari sendiri tanpa pernah mau menyalahkan pihak lain. Begitulah nilai kemuliaan manusia yang tekun dan teguh menjalankan laku spiritual dengan martabat yang penuh untuk menghargai dan menghormati hak dan martabat orang lain. Karena pada dasarnya etika akan sangat menentukan dalam membuat keputusan yang terbaik, tidak sekedar benar bagi diri sendiri, terapi juga benar dan baik bagi orang lain. Oleh karena itu, etika sangat diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan terhadap setiap orang maupun terhadap instansi serta institusi apapun. Hingga dengan sendirinya dari kondisi dan situasi yang telah kondusif ini dapat dan mampu menciptakan tata lingkungan yang positif dan harmonis.

Terlebih dalam konteks politik, etika, moral dan akhlak mulia semacam garansi untuk meyakinkan orang lain menjadikan sebagai rujukan. Dalam konteks politik, etika menjadi semacam modal sosial, karena seorang politikus menggenggam kekuasaan dan memiliki pengaruh besar terhadap kepercayaan masyarakat. Atau sebaliknya, menjadi cemooh dan cercaan warga masyarakat yang merasa dikadali oleh perilaku dan perbuatannya berupa kebijakan atau pun aktivitas politik yang dilakukannya.

Karena itu transparansi dalam sikap dan sifat mengambil keputusan dan menggunakan kekuasaan harus senantiasa merujuk pada kepentingan rakyat. Demikian juga dengan akuntabilitas atas tindakan dan keputusan yang dilakukan harus dapat diuji melalui suara dan pendapat rakyat. Sehingga perlakuan adil bagi semua orang tidak tercemar oleh perilaku diskriminasi bagi siapapun. Demikianlah esensi etika sebagai pertanda dari perilaku manusia yang baik dan bermoral serta memiliki akhlak mulia sebagai manusia yang dipercayai sebagai wakil Tuhan di bumi. Agaknya, tak berlebih bila etika, moral dan akhlak mulia dapat dijadikan sebagai penakar yang layak dan tidak bagi rakyat.**


Banten, 4 Januari 2026
———

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!