Silsilah Kerajaan-Kerajaan Di Nusantara Yang Berakar Dari Kalimantan Selatan Suku Banjar

SILSILAH KERAJAAN-KERAJAAN DI NUSANTARA YANG BERAKAR DARI KALIMANTAN SELATAN SUKU BANJAR

Oleh : Hamly Hadi
( Pemerhati Sejarah )

1.Tanjung Puri
Berdiri di Kalimantan Selatan Banua Lima sekitar 242 SM, didirikan oleh Wangsa Warga Sungga dari Magadha (India) dengan suku Banjar sebagai pasukan dan rakyatnya.

2.Kutai
Berdiri di Kalimantan Timur sekitar 350 M, pendirinya bernama Kundungga yang merupakan anak dari Raja Tanjung Puri yang bernama Atwangga.

3.Champa
Berdiri di Vietnam Selatan sekitar tahun 350 M, pendirinya bernama Rajendra Warman anak dari Raja Tanjung Puri yaitu Atwangga dan adik dari Kundungga raja Kutai.
Rajendra Warman banyak membawa orang Banjar dari Tanjung Puri untuk menaklukkan kerajaan lam ap sehingga mampu menguasai Vietnam Selatan dan mendirikan kerajaan champa.

4.Sriwijaya
Berdiri di Sumatera Selatan pada tahun 683 M, pendirinya bernama Dapunta Hiyang Srijayanasa yang berasal dari Kerajaan Tanjung Puri.
Adik Maharaja Sri Mulawarman Naladewa Bernama Wamsejenjat Gelar Maharaja Dijayawarman Memperisteri Putri Raja Campa Dan Menjadi Raja Di Campa kemudian mempunyai anak bernama Dapunta Hiyang Srijayanasa yang menetap di Tanjung Puri kemudian ke Sumatera mendirikan kerajaan Sriwijaya dengan membawa 20.000 orang Banjar menggunakan 1312 buah kapal Sambau.

5.Tanjung Pura
Berdiri di Kalimantan Barat pada tahun 700 M,
Pendirinya bernama Sang Maniaka dari Sriwijaya.

6.Wijaya Pura
Berdiri di Kalimantan Barat (Sambas) pada tahun 700 M, pendirinya bernama Libau dari Sriwijaya.

7.Dharmasraya
Berdiri di tepi Sungai Batanghari yang berada di Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat pada tahun 1183. pendiri kerajaan Dharmasraya bernama Srimat Trilokyarala Maulibhusana Warmadewa keturunan Dapunta Hiyang Srijayanasa.

8.Tumasik
Berdiri di Singapura pada tahun 1299 M, pendirinya bernama Sang Nila Utama.

9.Pagaruyung
Berdiri di Tanan Datar Sumatera Barat pada tahun 1347 M, kerajaan Pagaruyung adalah kelanjutan dari kerajaan Dharmasraya yang dipindahkan pusat pemerintahan nya ke Tanah Datar oleh Adityawarman, Kemudian Pagaruyung berubah menjadi kesultanan Islam pada abad ke 17 dan melahirkan identitas orang Minang.

10.Malaka
Berdiri di kota Malaka pada tahun 1402 M, pendirinya bernama Prameswara dari Tumasik yang merupakan keturunan Sriwijaya, Kerajaan Malaka yang awalnya kerajaan Hindu kemudian berubah menjadi kesultanan Islam pada tahun 1406 M dan Prameswara mengubah nama menjadi Sultan Iskandar Syah ,di Kesultanan Malaka inilah awal mula lahir suku Melayu dan bahasa Melayu.

11.Johor
Kesultanan Johor Berdiri di Johor Lama (sekarang Johor Lama, Kota Tinggi, Malaysia) pada tahun 1528 oleh Sultan Alauddin Riayat Syah II sebagai penerus Kesultanan Melaka, namun ibu kotanya sering berpindah-pindah ke berbagai lokasi strategis di Semenanjung Melayu dan Kepulauan Riau seperti Sayong Pinang, Batu Sawar, Bintan, Lingga, dan akhirnya Singapura, menjadikannya kekuatan maritim utama di wilayah tersebut.

12.Perak
Kesultanan Perak didirikan pada tahun 1528 ketika Sultan Muzaffar Shah I, putra Sultan Mahmud dari Kesultanan Melaka, dinobatkan sebagai Sultan Perak setelah melarikan diri dari Portugis, menjadikannya awal dari dinasti Perak yang berpusat di wilayah Perak, Malaysia.

13.Siak
Kerajaan Siak Sri Indrapura adalah Kesultanan Melayu Islam yang berdiri di Riau, Indonesia, dari tahun 1723 hingga 1946, didirikan oleh Raja Kecil (Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah) dari Kerajaan Johor.

14.Pahang
Didirikan sekitar tahun 1470 setelah runtuhnya Kesultanan Melayu Melaka, namun kemudian bersatu kembali dengan Johor pada tahun 1623.
Kesultanan Pahang Modern Muncul kembali setelah kekuasaan Bendahara menjadi independen dari Johor (sekitar 1853), dan diresmikan sebagai kesultanan modern pada tahun 1881 oleh Wan Ahmad.

15.Riau Lingga
Kerajaan Riau-Lingga berdiri pada tahun 1824 sebagai hasil dari perjanjian antara Inggris dan Belanda (Perjanjian London) yang memecah Kesultanan Johor-Riau, menjadikannya kerajaan Melayu yang berpusat di Pulau Lingga dengan Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah sebagai pendirinya, dan berakhir pada tahun 1911 saat dihapuskan oleh Belanda.**

Banjarmasin, 3 Januari 2026
——

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!