PENDUDUK AWAL PAGARUYUNG ADALAH ORANG BATAK
Oleh : Hamly Hadi (Pemerhati Sejarah)
Diperkirakan penduduk awal di kerajaan Pagaruyung sebelum kedatangan orang Banjar yang dipimpin oleh Adityawarman dari Dharmasraya adalah orang Batak , hal ini bisa dilihat dari penjelasan Anthony Reid yang mengatakan bahwa Orang Batak yang hidup terpencil sekalipun sangat hormat terhadap Raja Pagaruyuang, seperti yang tertulis dalam buku yang berjudul “Is There a Batak History?”.
“Orang Batajk meski berjiwa bebas, tetapi memiliki rasa hormat yang tinggi dan kepatuhan yang membabi buta kepada Raja-Raja Pagaruyung, sanak keluarga dan para utusannya. Mereka percaya hidup mereka tidak akan selamat, padi mereka akan terserang hama, kerbau mereka akan mati, dan mereka akan selalu termakan kutukan, jika perasaan Utusan-utusan suci tersinggung“.
Artinya orang Batak adalah rakyat yang diperintah oleh kerajaan Pagaruyung yg dipimpin oleh Adityawarman dan orang orang Banjar dari Dharmasraya keturunan Sriwijaya.
Kemudian karena akulturasi budaya dan Bahasa antara Banjar dari Dharmasraya dengan Batak di Pagaruyung lahirlah identitas baru yang disebut Minangkabau.
Identitas Minangkabau terbentuk ketika Pagaruyung menjadi kesultanan pada abad ke 17 dan adat matrilinial disusun oleh Datuak katumanggungan dan Datuak parpatiah nan sabatang pada tahun 1824.
Peristiwa Perang Padri semakin memisahkan antara kaum adat (Batak) dengan identitas Minangkabau yang bersandi Al Qur’an dan syariat Islam. Namun sisa sisa kekerabatan masih bisa dilihat dari rumah adat yang identik sama sama atap melengkung dan sama sama disebut rumah besar, rumah adat Batak Jabu bolon artinya rumah besar dan rumah adat Minang Rumah Gadang artinya juga rumah besar.**
Banjarmasin Kalsel, 20 Desember 2025
——–
![]()
