Pesan Gubernur Jabar pada Wisuda IAI Al-Azis: Antara Pantun, Nilai Luhur, dan Tantangan Zaman

Pesan Gubernur Jabar pada Wisuda IAI Al-Azis: Antara Pantun, Nilai Luhur, dan Tantangan Zaman.

Oleh: Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I. ME.

Suasana Mini Zeteso Al Zaytun siang itu, Senin (15/12) terasa berbeda. Bukan hanya karena deretan toga calon wisudawan yang rapi, tetapi juga karena sebuah pidato yang mengalir ringan, jenaka, namun sarat makna. Andrie Kustria Wardana, S.STP. M.Si. CRBD, Kabiro Kesra, mewakili Gubernur Jawa Barat, tampil bukan sekadar sebagai pejabat, melainkan sebagai penghubung nilai: antara tradisi dan modernitas, antara budaya lokal dan tantangan global.

Pantun demi pantun meluncur, diselingi tawa hadirin. Namun di balik canda “makan tahu” yang berulang, terselip pesan serius tentang masa depan generasi terdidik Indonesia.

Sambutan yang Membumi, Pesan yang Mengakar

Alih-alih pidato kaku, Andrie memilih pendekatan yang membumi. Ia menyapa satu per satu tokoh penting dengan pantun penuh kehangatan. Aula yang semula formal perlahan mencair. Inilah komunikasi yang hidup, dekat, merangkul, dan tidak berjarak.

Namun ketika tawa mereda, pesan inti pun mengemuka. Ia mengingatkan bahwa para wisudawan hari ini tidak sedang berdiri di garis akhir, melainkan di gerbang awal pengabdian yang sesungguhnya.

Dunia yang Berubah Cepat: VUCA di Hadapan Kita

Andrie mengajak hadirin menengok realitas zaman yang kian kompleks. Dunia hari ini, katanya, berada dalam situasi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Perubahan terjadi cepat, sering kali tak terduga, dan menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi.

Dalam kondisi seperti ini, ijazah bukan lagi jaminan. Yang menentukan adalah kesiapan mental, karakter, dan kemampuan belajar terus-menerus. Pertanyaannya sederhana namun mendalam: siapkah kita menghadapi perubahan itu?

AI, Kesundaan, dan Kearifan yang Mendahului Zaman

Menariknya, ia mengaitkan kemajuan Artificial Intelligence (AI) dengan kearifan lokal Sunda. Jauh sebelum istilah AI populer, orang Sunda telah akrab dengan nama “Ai”, sebuah simbol kedekatan, kelembutan, dan kemanusiaan.

Pesannya jelas: modernitas tidak boleh memutus akar budaya. Kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai lokal yang membentuk karakter bangsa. Dari budaya daerah itulah, budaya nasional Indonesia tumbuh.

Pancawaluya dan Pancaniti: Karakter sebagai Fondasi

Dalam pidatonya, Andrie menekankan nilai Pancawaluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, tur singer. Sebuah konsep karakter manusia seutuhnya: sehat jasmani, baik perilaku, benar secara moral, cerdas secara intelektual, dan terampil menghadapi kehidupan.

Ia juga mengulas Pancaniti, lima tahapan nilai hidup:

1. Berserah diri kepada Ilahi
2. Menghormati sesama manusia
3. Mencintai tanah air
4. Teguh pada keyakinan diri
5. Menjaga silaturahmi dan toleransi

Nilai-nilai inilah, menurutnya, yang harus dibawa para sarjana ke tengah masyarakat, lebih penting dari sekadar gelar akademik.

Ayat yang Menjadi Adab

Mengutip refleksi Gubernur Jawa Barat, Andrie menyampaikan satu kalimat kunci: “Ayat ngawujud ke adab.” Pengetahuan, setinggi apa pun, tidak berarti tanpa diwujudkan dalam sikap dan perilaku.

Pesan ini menjadi penegasan terakhir bagi para wisudawan: ilmu harus hadir dalam bentuk adab, sopan santun, dan tanggung jawab sosial. Gelar sarjana bukan alasan untuk meninggalkan kerendahan hati.

Wisuda Bukan Akhir, Melainkan Awal

Menutup pidatonya, sebuah pantun kembali mengalun ringan, namun menghunjam makna. Hari ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian bagi bangsa dan negara.

Di tengah gemuruh tepuk tangan, satu pesan tertinggal jelas di benak hadirin: di era serba cepat dan penuh ketidakpastian, karakter, nilai, dan adab tetap menjadi kompas utama.

Dan dari sebuah pidato yang penuh pantun itu, lahirlah pengingat sederhana, bahwa masa depan Indonesia bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi oleh manusia-manusia berilmu yang tetap berakar pada nilai luhur.**

Indramayu, 17 Desember 2025
——-

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!