Prodi Sains Kepolisian Universitas Rokania Gelar Penyuluhan Bahaya Narkotika

Prodi Sains Kepolisian Universitas Rokania Gelar Penyuluhan Bahaya Narkotika

LANGKITIN ROHUL-JAYA NEWS.COM — Program Studi Sains Kepolisian Universitas Rokania menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui penyuluhan bertema *“Bahaya Penyalahgunaan Narkotika: Upaya Preventif dan Represif”* di Desa Langkitin, Kabupaten Rokan Hulu,pada Rabu 10 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus bentuk kontribusi nyata universitas dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman narkotika.

Kegiatan yang diketuai oleh Arfika Nurvita Sari, S.I.Kom., M.I.Kom., dengan dukungan tim dosen:
Rabiuladawiyah, S.H., M.H., Resti Hefriyenni, S.H., M.H., Budi Hartono, S.H., M.H., Fat Haryanto Lisda, S.Sos., M.Krim., dan Ramses Hutagaol, S.H., M.H.

Penyuluhan berlangsung di Aula Desa Langkitin dan mendapat sambutan hangat dari warga. Hadir perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta kelompok ibu rumah tangga. Suasana acara berlangsung interaktif, ditandai dengan sesi tanya jawab dan diskusi aktif antara pemateri dan peserta.

Ketua Program Studi Sains Kepolisian Universitas Rokania, Rabiuladawiyah, S.H., M.H., menegaskan pentingnya upaya pencegahan narkotika dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu desa.

“Bahaya narkotika bukan hanya ancaman di kota besar. Desa juga rentan menjadi sasaran. Karena itu, kolaborasi antara akademisi dan masyarakat sangat penting guna memutus mata rantai peredaran narkotika,” ujarnya.

Ia menambahkan, komitmen Universitas Rokania terhadap Desa Langkitin tidak hanya sebatas pada satu kegiatan.

“Kami hadir bukan hanya sekali. Akan ada program lanjutan berupa edukasi hukum, pendampingan, penelitian, serta pembinaan pemuda. Kami berharap Langkitin dapat menjadi desa percontohan bebas narkoba,” kata Rabiuladawiyah.

Kepala Desa Langkitin, Refli Nasution, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. Menurutnya, narkotika dapat menjadi pintu masuk berbagai bentuk kejahatan di desa.

“Jika narkoba masuk, kejahatan lain akan ikut muncul, termasuk pencurian sawit atau fenomena ‘ninja sawit’. Kami tidak ingin itu terjadi di Langkitin. Karena itu, kami menyambut baik kerja sama dengan Universitas Rokania,” jelasnya.

Selain tim dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Prodi Sains Kepolisian: Ahmad Habibi, Daffa Aulia Sadri, Dika Ananda Eka Putra, Diki Ananda Eka Putra, Pajar Ramadan Habibullah, dan Nur Ash Shafirani.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran praktis di lapangan, mulai dari pelayanan masyarakat, koordinasi acara, dokumentasi, hingga edukasi hukum secara persuasif kepada warga.

Sebagai rangkaian kegiatan, dilakukan Penandatanganan Kerja Sama (Implementation Agreement/IA) antara Program Studi Sains Kepolisian Universitas Rokania dan Pemerintah Desa Langkitin. Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, antara lain:

* magang dan praktik mahasiswa,
* pengiriman dosen sebagai narasumber,
* penelitian dan riset,
* penyelenggaraan seminar,
* pengabdian kepada masyarakat,
* pembinaan dan pemberdayaan pemuda,
* pelatihan keamanan desa,
* penelitian bersama, serta
* penguatan kapasitas sosial masyarakat.

Kepala Desa Langkitin menaruh harapan besar terhadap keberlanjutan kerja sama ini.

“Kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada penandatanganan. Kami ingin melihat kegiatan-kegiatan nyata setelahnya, seperti pembinaan generasi muda, peningkatan keamanan desa, serta pendampingan hukum bagi masyarakat. Dengan dukungan Prodi Sains Kepolisian Universitas Rokania, kami optimis Desa Langkitin dapat berkembang menjadi desa yang kuat, mandiri, dan bebas narkoba,” ungkap Refli Nasution.

Selama penyuluhan, peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan tentang modus peredaran narkoba, dampak hukumnya, serta langkah pencegahan di lingkungan keluarga. Tim dosen menekankan pentingnya mengedepankan upaya preventif melalui edukasi dan pengawasan sosial, serta upaya represif melalui pelaporan cepat dan penegakan hukum.

Kegiatan PKM ini mendapat respons positif dari masyarakat. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya membangun desa yang aman, sehat, dan bebas narkoba.

Riski Nanda
——

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!