Letak Indonesia Berpotensi Sering Mengalami Bencana Alam
Oleh : RT Wari
Redaksi Jaya News.com
Indonesia sering mengalami bencana alam karena letaknya di titik pertemuan tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Hal ini berpotensi memicu bencana besar seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, serta erupsi gunung api.
*Bencana Alam di Indonesia 2025*
– Banjir menjadi jenis bencana yang mendominasi di Indonesia dengan total 441 kasus sepanjang 2025.
– Cuaca ekstrem juga menjadi bencana yang signifikan dengan total 108 kasus dicatat dalam waktu yang sama.
– Tanah longsor menyusul dengan 59 kejadian tercatat.
– Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) tercatat 26 kejadian, 3 kejadian gelombang pasang dan abrasi, serta 2 kejadian untuk bencana alam gempa bumi dan erupsi gunung api .
*Dampak Bencana Alam*
– 7.181 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 5.379 rumah rusak ringan, 1.005 rumah rusak sedang, dan 797 rumah rusak berat.
– 68 fasilitas rusak, terdiri dari 42 unit pendidikan, 19 rumah ibadat, dan 7 fasyankes.
– 110 orang meninggal, 17 orang hilang, 121 orang mengalami luka-luka, dan 2.245.787 orang terdampak serta mengungsi .
*Strategi Mitigasi Bencana*
Indonesia harus mempersiapkan strategi darurat dan mitigasi yang tepat untuk menghadapi bencana, mengingat statusnya sebagai negara kedua dengan risiko bencana alam tertinggi .**
Indramayu 30 November 2025
——
![]()
