Anak Muda Indramayu Bangun Ruang Aman, Hasil Refleksi Makna Hari Pahlawan Nasional


Anak Muda Indramayu Bangun Ruang Aman, Hasil Refleksi Makna Hari Pahlawan Nasional

INDRAMAYU-JAYA NEWS.COM- Sejumlah organisasi kepemudaan dan komunitas literasi Indramayu berkolaborasi menggelar Diskusi Panel dan Launching Ruang Aman bertema “Refleksi Hari Pahlawan: Petaka atau Kemenangan?” pada Sabtu, 15 November 2025 di Tugu Perjuangan. Kegiatan ini menghadirkan para narasumber dari berbagai elemen, di antaranya Relawan Literasi Masyarakat Indramayu (Relima), DPD KNPI Indramayu, Generasi Muda Indramayu (GEMUYU), perwakilan Inklusi, dan organisasi kepemudaan lainnya.

Kegiatan ini dirancang untuk mengajak anak muda merefleksikan makna kepahlawanan dalam konteks kekinian. Bukan hanya mengenang perjuangan para pahlawan, acara ini menegaskan bahwa anak muda masa kini harus siap menjadi “pahlawan modern” dengan cara menjadi pribadi produktif, memiliki kematangan mental, serta memahami perannya dalam membangun keluarga dan masyarakat.
Gerakan ini juga menjadi momentum meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mempersiapkan masa depan yang sehat dan berkualitas, termasuk mendorong komitmen bersama untuk menghentikan praktik perkawinan anak.

Moderator acara, Faisal, membuka diskusi dengan menekankan bahwa kepahlawanan tidak hanya milik masa lalu, tetapi selalu relevan pada setiap zaman.
“Pahlawan adalah mereka yang telah berkontribusi atas kepentingan hidup bersama. Dan hari ini, kita pun punya kesempatan untuk menjadi bagian dari perjuangan itu,” ujar Faisal.

Sementara itu, Relawan Literasi Masyarakat Indramayu, Ahmad Khoeri M.Pd., menggarisbawahi urgensi literasi sejarah sebagai fondasi mempersiapkan masa depan.
“Hari Pahlawan dapat kita sikapi sebagai upaya membangun kesadaran kolektif literasi pada sejarah. Dari sanalah kita belajar pondasi untuk menyambut masa depan, dengan perjuangan yang kita lakukan pada masa sekarang,” tuturnya.

Dari sisi inklusivitas, Koordinator Inklusi Indramayu, Supriatin, menegaskan bahwa refleksi Hari Pahlawan harus diwujudkan dalam perlindungan generasi muda.
“Banyak cara anak muda hari ini merefleksikan Hari Pahlawan, salah satunya dengan membangun ruang aman di ruang publik. Kita harus memastikan generasi muda bebas dari bullying, kekerasan seksual, dan kenakalan remaja,” jelasnya.

Ketua DPD KNPI Indramayu, Hamzah Fansuri, mengingatkan bahwa gelar pahlawan bukan hanya simbol, tetapi pesan moral.
“Gelar pahlawan pada para tokoh Indonesia harus dimaknai bahwa kehadiran mereka telah mewarnai masa lalu yang berdampak pada masa sekarang. Kita harus memastikan arah bangsa terus bergerak ke arah yang lebih baik,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Generasi Muda Indramayu, Abdul Mufid, menekankan bahwa nilai-nilai perjuangan harus diterjemahkan dalam tindakan nyata, terutama dalam isu kemanusiaan.
“Hak asasi manusia, pencegahan perkawinan anak, dan sikap saling melindungi yang lemah harus terus dilakukan. Itu adalah bentuk sikap baik dalam meneladani para pahlawan yang telah berjuang demi kepentingan hidup masyarakat luas,” ujarnya.

Kegiatan ini diakhiri dengan peluncuran Ruang Aman sebagai simbol kerja bersama untuk menciptakan lingkungan yang ramah, mendidik, dan melindungi anak muda. Para peserta sepakat bahwa menjadi pahlawan hari ini berarti siap membangun diri, keluarga, dan masyarakat dengan penuh tanggung jawab, kedewasaan, serta kepedulian sosial.

Dengan semangat Hari Pahlawan, generasi muda Indramayu diharapkan mampu tampil sebagai agen perubahan yang tidak hanya cerdas dan produktif, tetapi juga matang secara mental dan teguh menjaga masa depan bangsa dari ancaman perkawinan anak dan persoalan sosial lainnya.

(Wari)
-+-++–

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!