Membangun Teknokrat “Tanah Air”: Inspirasi dari OJT Pembelajaran Mendalam di PKBM Al Zaytun
Oleh Ali Aminuloh
Gerbang Baru Pendidikan Vokasi: Indramayu Sebagai Laboratorium Masa Depan
Sabtu, 25 Oktober 2025, menjadi lembaran penting dalam rangkaian peningkatan kualitas pendidikan di Indramayu -Jawa Barat. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Zaytun di Mekarjaya, Gantar, Indramayu, didaulat menjadi tuan rumah bagi kegiatan On Job Training (OJT) ketiga dari Pelatihan Pembelajaran Mendalam. Sejak pukul 08.00 hingga 13.30 WIB, 17 peserta—yang terdiri dari tutor PKBM dan guru PAUD dari berbagai sekolah—bersama dua fasilitator, Casudin, S.Kom dan Maftukhah, S.Pd., berkumpul untuk sebuah agenda transformatif.
Kegiatan yang diikuti dua tutor tuan rumah, Sahrul Abadi Haryanta, S.Pd., dan Abdul Karim, S.M., M.Pd., ini bukan sekadar rutinitas pelatihan, melainkan ruang refleksi yang mendalam, meliputi: koordinasi, pelaksanaan OJT oleh guru model, refleksi dan evaluasi, hingga koordinasi persiapan pelatihan “In ke-2” yang akan datang. Namun, esensi paling menginspirasi datang dari sambutan pembukaan.
“Kritik” Pendidikan Tinggi dan Lahirnya Politeknik Tanah AIR
Kepala PKBM Al Zaytun, Dr. Ali Aminulloh, S.Ag., M.Pd., ME., membuka acara dengan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta permohonan maaf atas segala kekurangan dalam penyambutan. Lebih dari sekadar sambutan, Kepala PKBM Al Zaytun membawa audiens pada visi pendidikan yang berani dan membumi. Ia memaparkan perkembangan pendidikan di lingkungan Al Zaytun, termasuk pendirian Politeknik Tanah Al-Zaytun Indonesia Raya (Tanah AIR).
Politeknik ini, jelasnya, lahir dari sebuah kritik mendalam terhadap sistem pendidikan tinggi yang selama ini cenderung terlalu menekankan teori. Al Zaytun menjawab tantangan ini dengan membuka program studi yang secara presisi menyesuaikan dengan potensi lokal Indramayu dan sekaligus menjadi kekuatan ekonomi bangsa: pertanian, perikanan, peternakan, kehutanan, dan teknik mesin.
“Sekarang prihatin, anak-anak tidak ada yang mau menggeluti itu (pertanian, peternakan, perikanan) karena identik dengan kemiskinan. Padahal itulah potensi dan itu yang dibutuhkan umat manusia.”
Dr. Ali Aminulloh kemudian mengajak para peserta pelatihan untuk menanamkan mindset yang benar kepada anak didik mereka. Visi besarnya adalah melahirkan para teknokrat di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan yang menjalankan praktik berbasis ilmu pengetahuan yang presisi. Sebuah ajakan yang menginspirasi untuk mengubah citra sektor primer dari pekerjaan berlumur keringat menjadi profesi berbasis ilmu pengetahuan.

Praktik Mengajar dan Keliling Kampus Penuh Pelajaran
Setelah sesi pembukaan yang menggugah, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan dan praktik mengajar langsung di kelas-kelas PKBM. Antusiasme warga belajar paket C kelas 10 menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia. Para peserta pelatihan, yang bertindak sebagai tutor model, merasakan energi positif dan semangat yang membara dari para warga belajar.
Seperti yang dituturkan oleh Kasnali, S.Pd., dari PKBM Al Hikmah: “Kami sudah diberikan kesempatan belajar bersama dengan warga belajar paket c kelas 10. Begitu semangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran, semoga pembelajaran bermanfaat dan barokah.”
Usai praktik, agenda inspiratif berlanjut dalam bentuk keliling kampus Ma’had Al Zaytun. Rombongan mengunjungi Sekretariat Pendidikan, Workshop Perkapalan Pelajar, Istana Beras, Main Gate Utara, hingga Masjid Rahmatan Lil Alamin. Momen ini tidak hanya menjadi peninjauan, tetapi juga perpanjangan kelas belajar.
Kesan Mendalam: Kedisiplinan, Kemandirian, dan Lingkungan Pembelajaran
Kunjungan ini memberikan pengalaman holistik. Kasnali, S.Pd., menggarisbawahi: “Kegiatan keliling dan survei lingkungan Ma’had Al -Zaytun sangat luar biasa untuk melengkapi sarana pembelajaran (auting class) untuk melengkapi pembelajaran berbasis lingkungan dan membumi di lingkungan sekitar.”
Dua fasilitator juga menyampaikan kesan yang mendalam. Ibu Maftukhah, S.Pd., mengungkapkan rasa syukurnya: “Kami disambut dengan hangat dan mendapatkan banyak pengetahuan baru yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menginspirasi kami untuk terus belajar dan berkembang.”
Senada, Casudin, S.Kom, terkesan dengan suasana kampus: “Lingkungan yang tertata rapi, suasana yang damai, serta kebersamaan antar peserta menumbuhkan rasa syukur dan kekaguman atas kebesaran Allah SWT. Setiap sudut Ma’had memberikan pelajaran tentang kedisiplinan, kemandirian, dan cinta terhadap ilmu.”
Setelah santap siang bersama, para peserta kembali ke tempat tugas masing-masing, membawa bekal ilmu dan inspirasi yang lebih dari sekadar materi OJT.
Epilog: Mengubah Mindset, Menciptakan Kekuatan
Kisah dari PKBM Al Zaytun adalah sebuah panggilan. Ia mengingatkan kita bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang menghafal teori, tetapi tentang menanamkan visi dan mengubah cara pandang. Ketika kita berhasil meyakinkan anak didik bahwa sektor pertanian, perikanan, dan peternakan adalah lahan subur bagi para intelektual dan teknokrat, saat itulah kita telah menabur benih-benih kemandirian ekonomi bangsa.
Mari kita bersama-sama menjadi jembatan yang menghubungkan ilmu pengetahuan di kelas dengan kenyataan di ladang, di laut, dan di kandang. Karena di sanalah, di ‘Tanah AIR’ kita, terletak kekuatan masa depan yang presisi dan berkelanjutan.*
Indramayu, 25 Oktober 2025
—-
![]()
