Relima Indramayu Dan TK Luruh Bebener Bunder Adakan Literasi Anak Hebat Upaya Cegah Kecanduan Game Online


Relima Indramayu Dan TK Luruh Bebener Bunder Adakan Literasi Anak Hebat Upaya Cegah Kecanduan Game Online

INDRAMAYU – JAYA NEWS.COM -Kemampuan anak pada usia dini harus dilakukan pembinaan dan pendidikan secara intensif. Membaca, menulis, dan menghitung akan baik jika kebiasaan ini dilaksanakan dengan penuh kegembiraan. Suasana bahagia dalam pembelajaran anak usia dini harus dilakukan. Literasi Anak Hebat yang dilakukan pada 29 Agustus 2025 dalam rangka Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tahun 2025 di TK Luruh Bebener Bunder Widasari. Kegiatan tersebut hasil kerja sama dengan Perpustakaan S16 dan Relima (Relawan Literasi Masyarakat) Lokus Kabupaten Indramayu.

Zulfatul Wahdah selaku kepala sekolah menyampaikan kegelisahan atas generasi pelajar anak usia dini yang butuh banyak pendampingan dalam tumbuh dan kembangnya. Kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan menghitung perlu diperhatikan oleh orang tua dan guru di sekolah. “Belajar boleh di mana saja, namun pendamping pada anak penting dalam proses belajarnya. Kemampuan dasar siswa harus ditingkatkan dengan segala cara agar optimal perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik nya.” ujar Zulfatul saat sambutan membuka acara.

Hal senada sejalan dengan Guru Kelas Widia Lestari yang mengharapkan gerakan literasi sekolah seperti literasi anak hebat harus dikolaborasikan dengan segala pihak agar berdampak pada kualitas pelajar di Indramayu. “Literasi sekolah akan kuat jika kebijakan program dan perhatian pemerintah terpusat untuk menumbuhkan kualitas unggul generasi dalam berpikir kritis.” ujarnya saat kegiatan.

Marwah Syah Bania dan Ali Alawi Fatahillah saat membaca buku banyak mengungkapkan kemenangannya melihat gambar dan membaca tulisan yang sedih dan lucu. Mereka butuh dongeng dan bacaan yang membuat mereka empati pada keadaan hidup dari sekitar lingkungannya dari pada bermain gawai atau game online.

Ahmad Khoeri selaku Relima Lokus Indramayu bersama temannya Tarkidin yang bergerak dikerelawanan Perpustakaan S16 menyadari penuh bahwa menyadarkan masyarakat untuk peduli pada literasi sejak dini itu sulit. “Belajar membaca dan menulis serta pendampingan atas perkembangan psikologi dan afektif anak, dibutuhkan waktu yang khusus. Membaca atau mendengarkan dongeng menjadi asupan bergizi agar anak dapat tumbuh dan kembang dengan baik.” ujar Ahmad Khoeri saat setelah selesai acara.

(Wari)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!