AMAZING! PKBM Al-Zaytun Kembali Menyabet Juara 1 & 4, Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional

AMAZING! PKBM Al-Zaytun Kembali Menyabet Juara 1 & 4, Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional

Oleh : Sri Wahyuni, S.Pd dan Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., ME

Di sebuah sudut yang penuh semangat belajar, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al-Zaytun membuktikan bahwa ia bukanlah sekadar tempat untuk mengisi waktu luang. Lebih dari itu, ia adalah sebuah wadah transformatif, sebuah kanvas bagi mimpi-mimpi yang sempat tertunda. Di sinilah para orang dewasa, bahkan anak-anak muda yang pernah putus sekolah, datang dengan niat tulus untuk mencari ilmu, memperluas wawasan, dan menggali potensi diri yang mungkin selama ini terpendam.

Dari Ruang Kelas ke Pentas Nasional: Sebuah Perburuan Prestasi
DNA PKBM Al-Zaytun adalah memfasilitasi dan mewujudkan asa. Tak hanya berhenti pada kurikulum akademik, para tutor di sini secara aktif menjembatani setiap percik bakat, baik itu dalam seni suara, tari, maupun olah kata seperti menulis puisi. Kompetisi internal secara rutin digelar untuk mengasah kemampuan dan menumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat.
Namun, visi mereka tidak berhenti di gerbang Al-Zaytun. Para tutor, dengan semangat tak kenal lelah, menjelajahi jagat maya untuk mencari panggung yang lebih luas. Pada bulan Agustus 2025, sebuah informasi berharga muncul: ajang “Open Rekrutmen Penulis Antologi Prince Mencari Penulis Batch 4” yang diselenggarakan oleh Prince Publishing, Lampung. Mengusung tema besar “Di Balik Merah Putih” dengan sub-tema “Tanah Air dan Perjuangan,” kompetisi ini menjadi panggilan jiwa bagi para penulis di seluruh Indonesia untuk menyuarakan kisah dan rasa yang tumbuh di bumi pertiwi. Tanpa ragu, para tutor dan warga belajar PKBM Al-Zaytun pun menjawab panggilan tersebut.

Kisah di Balik Kemenangan: Determinasi Sang Guru dan Murid
Proses kreatif pun dimulai. Rentang waktu pengiriman karya dari tanggal 1 hingga 15 Agustus 2025 menjadi saksi bisu perjuangan mereka. Di tengah berbagai kesibukan, Sri Wahyuni, S.Pd., salah seorang tutor, menunjukkan determinasi luar biasa. Ia merangkai kata demi kata, menuangkan segenap rasa nasionalismenya ke dalam bait-bait puisi, dan mengirimkan karyanya tepat di hari terakhir, 15 Agustus 2025.
Perjuangan itu berbuah manis. Di antara 18 peserta yang berasal dari berbagai daerah dengan latar belakang penulis berpengalaman maupun pemula, dua nama dari PKBM Al-Zaytun berhasil mencuri perhatian dewan juri. Sri Wahyuni, S.Pd., sang tutor, dinobatkan sebagai peraih Juara 1 dengan penghargaan karya terbaik. Prestasi gemilang ini bukanlah yang pertama baginya, melainkan kemenangan keenam yang menambah koleksi piala dan sertifikatnya. Tak kalah membanggakan, salah satu warga belajarnya, Khumayah dari kelas B1, berhasil meraih Juara 4. Kemenangan ganda ini menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan dan transfer semangat di PKBM Al-Zaytun berjalan dengan sangat baik.

Pesta Prestasi: Merayakan Kemenangan, Menyemai Inspirasi Baru
Kabar kemenangan ini disambut dengan suka cita yang meluap. PKBM Al-Zaytun menggelar sebuah perayaan akbar yang menyatukan berbagai momentum kebahagiaan: syukuran atas juara 1 lomba wirausaha tingkat kabupaten, penutupan rangkaian lomba HUT RI ke-80, tasyakuran kelulusan paket A, B, dan C, serta orientasi warga belajar baru. Momen ini menjadi puncak dari segala kerja keras dan bukti bahwa PKBM Al-Zaytun adalah rahim bagi para juara.
Pencapaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga belajar. Kemenangan Sri Wahyuni dan Khumayah adalah pesan kuat bahwa setiap bakat yang terpendam bisa diangkat, mendapat tempat, dan layak diapresiasi setinggi-tingginya, asalkan ada kemauan untuk mencoba dan wadah yang tepat untuk bertumbuh.

Epilog: Ketika Pena Mengalahkan Batasan
Kisah ini lebih dari sekadar berita kemenangan. Ini adalah narasi tentang bagaimana pendidikan mampu meruntuhkan segala batasan—usia, latar belakang, dan kesempatan yang pernah hilang. Seorang ibu yang mungkin dunianya adalah rumah, kini karyanya terbang melintasi nusantara, namanya terukir dalam sebuah antologi puisi nasional. PKBM Al-Zaytun telah membuktikan bahwa ia bukan hanya institusi pencetak ijazah, tetapi sebuah kawah candradimuka yang memahat prestasi. Di sini, setiap kata yang ditulis adalah doa, dan setiap piala yang diraih adalah jawaban bahwa tidak ada kata terlambat untuk berkarya dan mengukir sejarah.


Indramayu, 26 Agustus 2025.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!